Wabup Kasta turun ke lokasi proyek embung di Getakan. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta dan wakilnya, Made Kasta belakangan ini bergiliran ke Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan. Mereka memantau proyek pembangunan embung di desa itu.

Proyek ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Sebab, proyek untuk mengatasi ketersediaan air di sekitar desa ini menelan anggaran APBN cukup besar, mencapai Rp 7,7 miliar.

Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta meninjau proyek pembangunan embung atau penampungan air di Desa Getakan Kecamatan Banjarangkan, Minggu (23/5). Bersama para prajuru setempat, Wabup Made Kasta melihat langsung para pekerja yang tengah mengawali pekerjaan tahap awal dengan pembersihan pohon dan perataan tanah di areal proyek.

Baca juga:  Sukseskan Vaksinasi di Kepulauan Maluku, BRI Kerahkan Teras BRI Kapal

Menurutnya, ini merupakan proyek dengan nilai terbesar dari dana pusat yang tengah berjalan di Kabupaten Klungkung. “Mari awasi bersama, sehingga proyek ini bisa berjalan lancar tanpa hambatan. Sehingga embung ini nantinya bisa bermanfaat bagi warga utamanya para petani yang berada di sekitarnya,” kata Wabup Kasta.

Menurut Wabup Made Kasta, embung ini nantinya berpotensi juga sebagai daya tarik wisata bagi desa setempat. Jika pembangunannya telah selesai, tinggal dilakukan penataan di sekitar embung.

Baca juga:  Bahas Rancangan KUA-PPAS 2021, Ini Target PAD Bali

Sehingga bisa menarik warga yang lewat untuk berhenti sekadar menikmati pemandangan alam sekitar. Pekerjaan Pembangunan Embung Getakan II menggunakan sumber dana APBN tahun Anggaran 2021 sebesar Rp 7.765.893.000.

Waktu pelaksanaan selama 225 hari kalender. Selaku kontraktor pelaksana yakni PT. Shuar Karya Utama.

Sebelumnya, Bupati Suwirta juga sempat turun ke lokasi pembangunan embung, Kamis (13/5). Bupati Suwirta menugaskan Kadis PU dan Perbekel Desa Getakan agar bisa mengawal total pengerjaan embung ini. Supaya proses pengerjaannya maksimal dan selesai tepat pada waktu.

Baca juga:  Karena Ini, Karyawan Perkebunan Karet CIPL Resah dan Merasa Diintimidasi

Sementara, PPK Air Baku BWS Bali Penida I Gede Agus Bawantu, mengatakan dengan adanya embung ini, tercipta sistem penyediaan air irigasi dan air baku yang dapat berfungsi secara optimal. Sasarannya untuk mengatasi keterbatasan pelayanan air dalam pemenuhan air irigasi dan mengatasi keterbatasan pelayanan air minum bagi masyarakat dengan cakupan yang lebih luas. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *