Petugas saat memberikan vaksin kepada anjing pemeliharaan warga. (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Petugas Dinas Kesehatan Klungkung turun tangan melacak belasan korban gigitan anjing  positif rabies di Lingkungan Pagending, Semarapura Kauh, Klungkung, Senin (10/5). Ada sebanyak 16 warga setempat yang digigit anjing rabies pada Sabtu dan Minggu lalu. Para korbannya harus segera diberikan VAR agar gigitan anjing rabies ini tidak menimbulkan dampak buruk terhadap korbannya.

Salah satu korban gigitan anjing Wayan Kerta, mengatakan saat mengendarai motor dan berhenti sesaat di samping balai banjar, ia tiba-tiba digigit anjing liar. Ia mengaku kaget dan bergegas lari. Dia baru lega setelah diberikan VAR untuk tahap pertama, setelah mendapat pertolongan di puskesmas setempat.

Baca juga:  Mulai Marak, Pemasangan Baliho Paslon Pilkada Klungkung

Disisi lain, Kepala Lingkungan Pegending Nengah Sudira mengatakan saat ini petugas dan aparat desa masih melakukan penelusuran untuk mengecek warga yang digigit anjing rabies. Baru ada 16 orang yang melapor kepada petugas, dimana diduga anjing mengigit, langsung lari dan menggigit korban lainnya. Saat ini anjing sudah dibunuh dan dibuang warga menghindari korban gigitan yang lain. “Korbannya total dari Pegending. Keliling anjingnya menggigit warga,” katanya.

Sementara untuk vaksinasi anjing dan hewan peliharaan warga lainnya, khususnya yang bisa menularkan rabies, seperti kucing dan kera, juga dilakukan penanganan secara darurat di wilayah ini. Tujuannya untuk memutus rantai penyebaran rabies yang sudah dua kali terjadi.

Baca juga:  Anjing Diduga Rabies Gigit Warga Bhuana Giri

Kepala Dinas Pertanian yang juga membidangi kesehatan hewan, Ida Bagus Juanida, mengatakan petugas melakukan vaksinasi emergensi atau vaksin darurat, karena ada kasus gigitan anjing rabies secara massal. Sementara sampel otak tidak didapatkan karena anjing sudah terlebih dahulu dibunuh dan dibuang warga. Selain mengutamakan VAR, petugas juga melakukan penelusuran terhadap anjing liar yang diizinkan warga untuk dieliminasi. “Anjing-anjing lain yang dianggap tidak berpemilik dan diizinkan oleh masyarakat untuk dieleminasi, kami eliminasi tertarget,” tegasnya.

Baca juga:  Kasus Paedofil, Rata-rata Pelakunya Pernah Jadi Korban

Dinas Pertanian tahun ini sudah menyiapkan sedikitnya 15 ribu dosis VAR gratis. Ini sudah mulai diaplikasikan kepada masyarakat sejak awal April lalu. Pihaknya berharap gigitan anjing rabies ini tidak semakin meluas, setelah dilakukan penanganan oleh petugas dengan cepat. Kepada warga sekitar, apabila melihat anjing dengan perangai aneh, sebaiknya segera laporkan agar dieleminasi. Demikian juga anjing peliharaan yang mencurigakan. (Bagiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *