Bupati Tamba dan Wabup Ipat saat launching Point of Sales (POS) di Men Tempeh Betutu Gilimanuk. (BP/Ist)

NEGARA, BALIPOST.com – Guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah ( PAD ), Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) me-launching aplikasi pelayanan terbaru, alat Point Of Sales (POS). Launching dihadiri Bupati Jembrana I Nengah Tamba serta Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, Jumat (30/4) di Kelurahan Gilimanuk.

Selain meningkatkan PAD, melalui aplikasi ini juga diharapkan bisa menekan kebocoran. Khususnya memastikan pajak yang dititip oleh konsumen yang berbelanja disetorkan ke kas daerah sesuai jumlah.

Kepala Bidang Pajak Daerah Lainnya pada BPKAD Jembrana, I Gede Gusdiendi mengatakan alat Point of sales ini basisnya aplikasi perekam transaksi. Alat tersebut merupakan hibah dari BPD Bali dimana saat ini Jembrana mendapatkan 8 alat hibah.

Baca juga:  Bupati Gede Dana Perjuangkan UMKM Karangasem Dapat Dana Stimulus

”Tujuannya tidak lain sebagai optimalisasi pendapatan daerah dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR). Dengan dipasang alat ini, kami bisa memonitoring serta fungsi controling setiap saat dari setiap transaksi yang dilakukan wajib pajak di warung tersebut. Sehingga wajib pajak bisa di monitor dan kontrol melalui alat perekam ini,“ jelasnya.

Ditambahkannya, untuk saat ini di Gilimanuk,sebagai sentra kuliner Betutu sudah terpasang alat tersebut di tiga warung. Selain warung betutu men tempeh 1978, POS juga sudah terpasang di Warung Men Fery dan Warung Betutu Ibu Lina 1. “Harapan kita, kerjasama dengan BANK BPD Bali ini bisa terus berlanjut sehingga semakin banyak wajib pajak yang bisa kita kontrol dan monitor. Jadi optimalisasi pendapatan daerah dapat terwujud,“ tandasnya.

Baca juga:  Soroti Aktivitas Pedagang Bermobil, Dewan Lakukan Sidak  

Sementara Bupati Jembrana I Nengah Tamba menegaskan melalui launching ini Pemkab Jembrana akan terus berupaya menggenjot berbagai potensi pendapatan daerah. Selama ini, pendapatan itu dirasanya masih cukup rendah sehingga harus digenjot dan maksimalkan lagi.

“Ini salah satu solusi. Bagaimana kita bersama teman-teman OPD bekerja dengan cepat memaksimalkan pendapatan menekan kebocoran. Melalui sistem digitalisasi yang ada hari ini, kita harapkan semua temen-temen yang mengelola rumah makan ataupun restoran harus jujur. Karena kita kan sudah punya estimasi sendiri,” kata Tamba.

Menurutnya, tim dari Pemkab Jembrana juga sudah memiliki estimasi sendiri. Bagaimana kondisi rumah makan saat hari hari tertentu bisa ramai.

Baca juga:  Rapimprov Kadin Bali 2019 Bahas 11 Permasalahan

Misalnya jelang hari raya dan saat tamu wisatawan berlibur ke Bali. “Harapan kita tidak hanya di Men Tempeh saja alat ini bisa terpasang, tapi masih banyak restoran dan rumah makan lainnya bisa potensi sebagai sumber pendapatan. Itu yang kita maksimalkan dan ingin kita garap. Termasuk sektor tower seluler, ada juga tambak udang kita lihat banyak sekali. Termasuk sektor sewa aset pemkab lain nantinya,“ papar Tamba.

Langkah itu, menurutnya sebagai bentuk optimalisasi menggenjot pendapatan daerah. Sehingga lebih banyak lagi pembangunan bisa diwujudkan di bumi makepung. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *