Ilustrasi. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com –┬áPasca mengikuti 4 tahap penilaian, Panitia Seleksi (Pansel) mengumumkan hasil nilai akhir seleksi terbuka (lelang) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di Provinsi Bali yang diikuti 16 orang peserta. Lelang jabatan itu untuk menduduki posisi Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Provinsi Bali, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), serta Kepala Biro Umum dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Bali.

Hasil seleksi masing-masing JPT, Pansel mengajukan tiga peserta dengan nilai tertinggi kepada Gubernur Bali, Wayan Koster selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk dipilih menduduki jabatan yang dilelang tersebut.

Seleksi untuk Kadisbud, rangking I dengan nilai tertinggi diraih mantan Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar.,M.Hum., dengan total nilai 78,06, kedua Dewa Made Ardana 75,68, dan posisi ketiga Dewa Ayu Laksmiadi Janapriati dengan nilai 75,26. Seleksi untuk Kepala BPKAD nilai tertinggi diraih, I Dewa Tagel Wirasa dengan nilai 84,77, disusul I Wayan Sumarajaya 80,58, dan ketiga Ida Bagus Gde Wesnawa Punia 76,73. Sedangkan untuk Kepala Biro Umum dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Bali, rangking I diraih I Wayan Budiasa 79,89, I Wayan Ekadina 77,10, dan ketiga Ida Ayu Indah Yustikarini dengan nilai 76,13.

Baca juga:  Usulan Anggaran Pilgub Bali Masih Dibahas Pemprov

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bali, Ketut Lihadnyana mengatakan, bobot nilai dalam seleksi terbuka, yaitu assesment 25 persen, makalah 20 persen, presentasi dan wawancara 35 persen, dan rekam jejak 20 persen. Lihadnyana menegaskan, proses seleksi dilakukan dengan transparan yang melibatkan assesment ekstern dan juga Ombudsman untuk mengawasi dan menilai proses tersebut.

Lihadnyana berharap, peserta terbaik hasil lelang ini harus memiliki etos kerja yang tinggi, berorientasi hasil kerja sesuai dengan visi Nangun Sath Kerthi Loka Bali untuk mewujudkan Bali Era Baru. “Hasil seleksi ini kami serahkan kepada bapak gubernur selaku pejabat pembina kepegawaian. Tugas Pansel hanya menyaring tiga terbaik, dan bapak gubernur yang akan menentukan. Rencananya pelantikan akan dilakukan 30 April ini,” tandasnya, Rabu (28/4).

Baca juga:  Sejak 2017, Pemprov Tak Pernah Anggarkan Beasiswa Miskin Untuk Siswa SMA/SMK

Sementara itu, Prof. Arya Sugiartha enggan berkomentar terkait raihan rangking pertama itu. “Sebaiknya setelah pelantikan ya (memberikan komentar,red), karena hasil ini diserahkan ke Pak Gubernur untuk dinilai lagi. Karena saya takut belum clear sudah buat pernyataan,” ujarnya singkat.

Sebelumnya, Arya Sugiartha sempat menuturkan bahwa salah satu yang membuatnya tertarik mengikuti lelang ini karena visi misi Gubernur Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Guru Besar ISI Denpasar ini mengaku merasa tertantang dengan visi tersebut, sehingga dia ingin berkontribusi mewujudkan visi tersebut. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *