Bharada Komang Wira Natha. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Keluarga besar Bharada I Komang Wiranatha sangat terkejut dan sedih mendengar berita gugurnya Komang dalam baku tembak dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Di mata keluarga, Komang merupakan sosok yang pintar, polos, dan penurut.

Bahkan, ia termasuk rajin berkomunikasi dengan keluarganya di Marga, Tabanan. Seperti yang dituturkan sang kakak, Wayan Wirtayasa, Selasa (27/4).

Ditemui di kediamannya, sang kakak yang meskpun beda ibu ini mengaku bahwa keluarga sangat kehilangan sosok mendiang. Komang Wira, demikian ia akrab disapa, meski beda ibu, tetap menjalin komunikasi dengan kakak-kakaknya. Anak ketiga dari delapan bersaudara itu disebut sangat menghormati kakak maupun adiknya.

“Galungan kemarin sempat kontak via telepon menanyakan kabar ke Bali. Dia ini termasuk adik paling saya sayangi,” beber Wirtayasa.

Baca juga:  Tempat Penyembelihan Penyu Digerebek

Wirtayasa mengaku ketika mendapatkan informasi dari kerabatnya di Sumatera tentang kejadian yang menimpa adiknya ini, ia sangat kaget. Bahkan sebagian keluarga juga menangis mendengar kabar tersebut.

Wirtayasa menceritakan, adiknya ini lulus SMAN 1 Oku Timur, Sumatera Selatan dan memutuskan ke Bali untuk mengikuti rekrutmen Polri. Ia mengatakan sejak kecil, adiknya ini memang ingin menjadi polisi.

Sembari menunggu rekrutmen dilaksanakan, mendiang sempat bekerja di gudang minimarket di wilayah Kabupaten Gianyar. Pekerjaan itu sempat dilakoni selama 6 bulan. “Sembari bekerja itu, dia juga terus mempersiapkan segala hal untuk rekrutmen Polri” terangnya.

Ketika rekrutmen dibuka, Komang Wira melengkapi seluruh berkas yang dibutuhkan kemudian mendaftar lewat Sekolah Calon Bintara (Secaba) Umum mengingat domisili di Bali harus minimal 2 tahun. Namun karena tak lolos administrasi, ia kemudian beralih ke sekolah calon tamtama (Secata). “Akhirnya lulus di Secata, dan lulus Brimob dan dilantik Desember 2019 di Watukosek, Jatim,” tuturnya.

Baca juga:  Libur Panjang Akhir Oktober, Satgas COVID-19 Nasional Imbau Warga Diam di Rumah

Setelah pelantikan, Komang Wira awalnya bertugas di Mako Brimob Jakarta. Namun selang beberapa bulan, karena kondisi di Papua sedang gawat, ia pun menjadi salah satu yang akhirnya dikirim.

Sebelum ditugaskan ke Papua, ia sempat dikirim ke Kupang, NTT sekitar 2 bulan. “Masih kaget dan seolah tak percaya, apalagi dia adik yang paling saya sayang, nyaman kalau ngobrol dengan dia, bahkan sama anak saya juga sangat dekat meski hanya tinggal setahun di Bali,” ucapnya.

Terkait jenazah Komang, lanjut kata Wirtayasa, akan dikirim ke asalnya di Desa Tegal Besar, Kecamatan Belitang II, Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan. Kemudian pelaksanaan upacara makingsan di geni akan dilakukan Kamis, 29 April.

Baca juga:  Soal Peralihan Kewenangan Penerbitan SIM, Ini Kata Praktisi Hukum

“Rencananya jenazah dikirim ke Tegal Besar, Sumatera Selatan. Prosesi ngabennya digelar 2 Mei 2021 mendatang,” ucapnya.

Hanya saja, keluarga di Bali saat ini masih belum memastikan apakah akan terbang ke Sumatera Selatan mengingat kondisi saat ini. Selain persyaratan pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN), jadwal upacaranya juga terlalu mepet. “Kami masih akan rembug dulu, belum bisa dipastikan akan berangkat atau tidak ke Sumatera,” ungkapnya.

Bharada Komang Wiranatha merupakan anggota Resimen Pelopor Brimob Jakarta yang tertembak KKB di Kampung Makki, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, pada Selasa pagi. Ia gugur dalam baku tembak itu, sementara dua anggota brimob lainnya mengalami luka.
Jasad Komang akan diterbangkan ke Palembang, Sumatera Selatan, dari Timika pada Rabu (28/4). (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.