Dok- Presiden Prancis Emmanuel Macron menggendong seorang anak perempuan di taman bermain dalam kunjungannya ke Unit Autism Spectrum Disorders (ASD) di Rumah Sakit Alpes-Isere di Saint Egreve, Prancis, pada Hari Kesadaran Autisme Dunia, Jumat (2/4/2021). (BP/Ant)

PARIS, BALIPOST.com – Prancis berencana mengumumkan pelonggaran pembatasan COVID-19 dalam beberapa hari ke depan. Pengumuman ini kemungkinan dilakukan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Demikian dikatakan Menteri Tenaga Kerja Elisabeth Borne kepada stasiun televisi BFM TV dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa (27/4).

Prancis, ekonomi terbesar kedua di zona Eropa, mulai menerapkan penguncian COVID-19 nasional ketiga pada akhir Maret. Ini, setelah mengalami lonjakan kasus maupun kematian COVID-19.

Baca juga:  "Lockdown" Sejak 14 Maret, Spanyol akan Izinkan Warganya Berolahraga Akhir Pekan Depan

Presiden berharap dampak dari penguncian itu, bersamaan dengan percepatan kampanye vaksinasi, akan memperbaiki angka COVID-19 di Prancis. Sehingga nantinya akan memungkinkan kegiatan bisnis dan kegiatan santai tertentu – seperti makan di luar ruangan – dibuka kembali pada pertengahan Mei.

Sekolah-sekolah di Prancis kembali dibuka pada Senin setelah penutupan tiga pekan. Macron mengatakan bahwa meski teras restoran dan bar kemungkinan dibuka lagi pada pertengahan Mei, namun ruangan tertutup belum akan dibuka sebelum Juni.

Baca juga:  Songsong Visit 2020, Bengkulu Perkuat SDM Pariwisata

Ia menambahkan bahwa hanya di wilayah dengan jumlah COVID-19 kecil saja yang diperbolehkan melakukan kebijakan ini. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *