Gubernur Koster (kiri) dan Ketua Pertina Provinsi Bali periode 2021-2025, Made Muliawan Arya. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster memberikan dukungan penuh kepada Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Provinsi Bali sebagai upaya untuk mencetak kembali bibit-bibit atlet boxing yang diharapkan mampu berprestasi di kancah nasional dan dunia.

Dukungan yang diberikan orang nomor satu di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali ini berupa penggunaan lahan 25 are milik Pemprov Bali yang nantinya bisa digunakan sebagai pusat pengembangan olahraga tinju sekaligus mengintegrasikan antara sport science dan sport tourism di Pulau Dewata yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, khususnya di bidang pariwisata.

Mengingat Bali telah menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara, sehingga perlu nantinya pariwisata ini dipertemukan dalam suatu event olahraga. “Persatuan Tinju di Provinsi Bali ini akan saya dukung penuh dan saya sudah panggil Bagian Aset Pemprov Bali untuk menyiapkan lahan 25 are di Penatih, Denpasar Timur. Tidak hanya men-support lahan, ke depan saya juga akan men-support pengembangan olahraga ini dari hulu sampai hilir,” ujar Gubernur Koster dalam acara Pelantikan Pengurus Provinsi Pertina Bali Periode 2021-2025 di hadapan Ketua DPRD Bali yang sekaligus menjadi Dewan Pembina Pertina Provinsi Bali, Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Indonesia, Mayor Jenderal (Purn) Komaruddin Simanjuntak, Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, dan Ketua Pertina Provinsi Bali periode 2021-2025, Made Muliawan Arya di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar pada Saniscara Pon Dungulan, Sabtu (17/4).

Baca juga:  Kinerja Pariwisata Bali Terendah Selama 4 Tahun Terakhir

Gubernur Koster mengungkapkan, dirinya sudah lama memimpikan agar olahraga tinju kembali berjaya dan membawa nama Bali di kancah nasional hingga internasional. “Karena saat saya masih kecil, saya ingat olahraga tinju di Bali sempat berjaya di era Bapak Adi Swandana dan setelah itu puluhan tahun olahraga ini tidak pernah kedengaran lagi prestasinya,” ceritanya.

Untuk itu, Gubernur Koster yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini berharap, Pertina Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Made Muliawan Arya atau dikenal dengan sapaan De Gadjah bisa membawa olahraga yang menggunakan kekuatan pukulan ini kembali berjaya hingga bisa mencapai puncak prestasinya. Menurutnya, Bali memiliki potensi di bidang olahraga, termasuk tinju. “Sehingga sekali lagi saya katakan, saya sangat mendukung keberadaan olahraga tinju ini, semoga di tangan De Gadjah bisa membawa nama tinju Bali dan Indonesia ke mata dunia,” ujar Koster dengan memberikan nada semangat kepada De Gadjah seraya menyampaikan selamat atas dipilih sebagai Manajer Timnas Tinju di Pusat.

Baca juga:  Gubernur Koster Lakukan Peletakan Batu Pertama Pekerjaan Normalisasi Tukad Unda

Sementara itu, Ketua Pertina Provinsi Bali, Made Muliawan Arya mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Koster yang telah mendukung penuh Pertina Provinsi Bali. Termasuk memfasilitasi acara pelantikan ini dengan memberikan rapid test antigen secara gratis guna mencegah penyebaran Covid-19 selama acara pelantikan berlangsung.

Muliawan Arya juga berharap komunikasi dan kerjasama yang baik agar terus terjalin, sehingga pihaknya bisa mengeliatkan kembali tinju di Bali. Apalagi, atlet tinju di Bali akan ada yang berlaga di PON dan bergabung di Pelatnas. “Semoga mereka bisa membanggakan nama Bali dan Indonesia,” doanya sembari memberikan Ketua Umum Pertina Indonesia, Mayor Jenderal (Purn) Komaruddin Simanjuntak cinderamata berupa kain tenun endek Bali.

Baca juga:  Tampung Siswa Tercecer, Ini Dilakukan Bupati Gianyar

Sementara itu, Ketua Umum Pertina Indonesia, Mayor Jenderal (Purn) Komaruddin Simanjuntak dalam sambutannya mengatakan, Pertina Bali harus mampu menunjukkan kemampuan dan semangat berprestasi dengan selalu membawa nama Merah Putih. “Saya harap Pertina Bali bisa mewujudkan visi saya dengan mengembalikan marwah Pertina ke masa kejayaannya di era 70 sampai 80-an dengan cara membenahi organisasi, memberikan seorang atlet sarana dan prasarana latihan, memberlakukan program pembinaan anak usia dini, meningkatkan frekuensi bertanding, dan membangun sport science,” tegasnya sambil mengingatkan jangan jago berkelahi di jalanan, namun jadilah kesatria di dalam dan di luar ring.

Di sisi lain, Mayor Jenderal (Purn) Komaruddin Simanjuntak juga mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur Wayan Koster yang telah memperhatikan Pertina Provinsi Bali dengan memberikan sebidang tanah untuk sport science. “Semoga nantinya sport science ini bisa terwujud di Bali dan mampu memicu Pelatnas berlatih di Bali, sekaligus menjadi sport tourism. Kalau jual nama Bali, petinju manapun akan suka berlatih hingga bisa berbulan-bulan latihan di Bali,” tegasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *