Ratusan Warga Nusa Penida memadati Pelabuhan Sampalan Nusa Penida untuk melakukan arus balik ke Kota Denpasar, Kamis (15/4). (BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Arus balik dari Nusa Penida ke Bali Daratan tak seramai biasanya. Sebab, banyak warga Nusa Penida memilih tinggal sementara di Nusa Penida, karena dampak pandemi COVID-19, membuat opsi pekerjaan di Bali Daratan jauh berkurang. Situasi ini juga terlihat dari arus balik pada momen Manis Galungan, Kamis (15/4). Dimana peningkatannya tidak terlalu signifikan, seperti pada situasi normal.

Pemilik Speed Boat Gangga Express Made Sinta, mengatakan peningkatan arus penyebrangan sejak momen Penampahan Galungan, Galungan dan Manis Galungan tidak terlalu menggembirakan. Menurutnya, ini terjadi karena pada momen Penampahan Galungan, arus mudik tidak terlalu ramai, karena banyak warga sudah lebih dulu balik pulang kampung dan memilih menetap sementara di Nusa Penida. Lantaran di Bali Daratan sudah minim pekerjaan, akibat pandemi COVID-19.

Baca juga:  KAI Mulai Terapkan Pendeteksi COVID-19 di 2 Stasiun Ini

Tidak ada penambahan trip penyebrangan, yang biasa terjadi saat momen-momen hari raya. Situasi demikian dikatakan juga terjadi saat Galungan, penyebrangan tetap berlangsung normal 6-7 trip per hari. “Saya sendiri naik speed boat dari Nusa Penida (Pelabuhan Sampalan) ke Kusamba (Pelabuhan Tri Buana) saat Galungan. Penumpangnya saat itu hanya 14 orang, dari kapasitas boat standar sekitar 100 orang. Penumpangnya sepi sekali,” kata Sinta.

Arus balik saat Manis Galungan pun kondisinya tak jauh berubah. Sebab, pandemi COVID-19 sejauh ini masih berdampak terhadap lesunya pariwisata dan minimnya lapangan pekerjaan. Melihat situasi ini, Made Sinta mengaku sempat ingin mengurangi jumlah trip penyebrangan agar tidak merugi. Tetapi dampaknya banyak warga atau penumpang mengeluh, karena perubahan trip penyebrangan membuat waktu antrian speed boat menjadi lebih lama. Akhirnya, rencana itu tidak jadi dilakukan.

Baca juga:  Jaksa Nyatakan Berkas Sudikerta Lengkap

“Sejauh ini untungnya kami tidak sampai merugi, meski dengan trip normal dan keadaan penumpang yang jauh lebih sepi dari situasi normal. Masih bisa untung sedikit, sehingga karyawan semua masih bisa tetap bekerja,” katanya.

Ia berharap situasi dampak pandemi ini segera berakhir. Pariwisata kembali bangkit dan denyut ekonomi Bali kembali hidup. Sehingga akan menghidupkan kembali aktivitas masyarakat dari dan ke Nusa Penida.

Baca juga:  Selundupkan Hasish, Pria Rusia Dihukum 17 Tahun 

Disisi lain, saat Umanis Galungan, ratusan warga asal Nusa Penida mulai bergegas meninggalkan Nusa Penida, Kamis (15/4). Mereka kembali ke tempat rantauan, terutama ke Kota Denpasar dengan menggunakan speed boat. Ada yang lewat Pelabuhan Tradisional Sampalan, Pelabuhan Buyuk, dan Pelabuhan Toya Pakeh menuju Pelabuhan Tribuana Kusamba, Pelabuhan Banjar Bias Kusamba, dan Pelabuhan Sanur. Puncak arus balik ini akan terjadi hingga Jumat (16/4). (Bagiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.