Ketua DPR RI Puan Maharani. (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pemerintah diminta mencermati kenaikan kasus COVID-19 di negara lain. Hal ini disebabkan sejumlah negara mulai mengalami kembali kenaikan kasus, seperti di India.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Ketua DPR RI Puan Maharani berharap pemerintah tidak lengah menghadapi perkembangan pandemi itu. “Peningkatan kasus seperti di India setelah penularan kasus dilaporkan menurun, jangan sampai terjadi di Indonesia. Di beberapa negara juga mulai ada peningkatan kasus yang sama, kurva penularan naik lagi,” kata dia dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/4).

Baca juga:  Ini, Skema Penyediaan Vaksin COVID-19 di Indonesia

Dia mengatakan pengalaman-pengalaman beberapa negara ketika kasus penularan COVID-19 kembali meningkat, harus menjadi pelajaran pemerintah dalam penanganan pandemi. Menurut dia, meskipun sudah ada vaksinasi, jangan lengah dengan melonggarkan kebijakan dan jangan mengambil risiko yang memicu peningkatan kasus.

Puan memberi perhatian khusus pada perkembangan penanganan COVID-19 karena ada semacam euforia setelah belakangan penularan kasus tercatat menurun. “Kita gembira mendengar bangsal-bangsal perawatan mulai kosong, tenaga kesehatan mulai bisa bernapas. Tapi itu bukan alasan untuk melonggarkan perang melawan COVID-19,” ujarnya.

Baca juga:  Pemerintah Harus Evaluasi Kebijakan PPKM

Politikus PDI Perjuangan itu meminta pemerintah pusat dan jajarannya terus disiplin menegakkan protokol kesehatan, apalagi di tengah banyaknya acara keagamaan di bulan Ramadhan. Ia menilai kewajiban memakai masker dan menjaga jarak serta membatasi kerumunan harus dijalankan secara disiplin.

Puan juga mengingatkan pemerintah agar konsisten dengan kebijakan larangan mudik tahun ini karena bisa jadi pemicu naiknya angka penularan kasus COVID-19.

“Atur sampai hal yang rinci, jangan sampai ada larangan, tapi mobilitas warga untuk berlebaran di kampung tetap tinggi,” katanya. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.