Hujan deras di Bangli menyebabkan pengguna lalu lintas kesulitan karena jalan terendam. (BP/Dokumen)

BANGLI, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk dari siklon tropis Seroja. Sebab berdasarkan prediksi, cuaca buruk berupa hujan lebat disertai kilatan petir dan angina kencang berpotensi melanda wilayah Bali dalam beberapa hari ini.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ini, cuaca kurang bersahabat. Menurutnya ini dampak dari siklon tropis Seroja.

Sesuai prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), siklon tropis Seroja memberikan dampak terhadap cuaca berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir, serta angin kencang di sejumlah wilayah di Indonesia. Salah satunya Bali.

Baca juga:  1.418 Nakes di Bangli Sudah Divaksin

“Dan sesuai pernyataan Kalak BPBD Provinsi Bali, di Bali ada empat kabupaten yang dikategorikan rawan bencana hidrometeorologi. Salah satunya Bangli. Itu memang benar, karena secara topografis memang rentan terjadi banjir, longsor dan angin kencang,” kata Agus, Kamis (8/4).

Lanjut dikatakannya, angin kencang biasanya datang secara tiba-tiba. Namun demikian, sebelumnya alam akan menunjukan peringatan dininya. “Biasanya di sekitar lokasi itu akan tumbuh awan komolonimbus berwarna pekat hitam dan lokalan. Kalau itu pecah biasanya akan ada angin disusul hujan,” terangnya.

Baca juga:  Dankodiklat TNI Temui Kapolda, Ini Tujuannya

Dengan adanya tanda-tanda alam itu, masyarakat pun diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaann. Jika memang berpotensi hujan dengan kondisi awan pekat hitam, sebaiknya ditunda dulu beraktivitas di tempat-tempat yang banyak ditumbuhi pepohonan.

Seperti melewati hutan atau tegalan. Karena tidak menutup kemungkinan angin kencang berdurasi singkat terjadi di sekitarnya.

Sementara dalam mengantisipasi dampak kilatan petir, masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan dengan tidak beraktivitas di tanah lapang. “Meskipun Bangli tidak punya pantai, namun kami juga mengimbau masyarakat Bangli yang mungkin bepergian melewati garis pantai di Gianyar, Denpasar untuk mewaspadai gelombang tinggi,” ujarnya.

Baca juga:  Rangkaian Bencana di Awal 2021, Lebih Banyak Telan Korban Jiwa dari Tahun Lalu

Untuk mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak bencana, Agus mengatakan pihaknya akan menyampaikan imbauannya melalui media sosial. “Kalau untuk pohon-pohon yang ada di pinggir hutan Kintamani milik Dinas Kehutanan Provinsi, kami akan koordinasikan lagi. Kalau itu akan dilakukan pemangkasan, kami siap membantu,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *