I Putu Arya Wiguna. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Generasi muda tentunya sangat berperan penting dalam memerangi penyalahgunaan narkoba.  Apalagi narkoba sudah masuk ke desa-desa.

Adalah I Putu Arya Wiguna, pemuda usia 30 tahun yang tinggal di Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, belakangan ini getol merancang tiga buah program edukasi bahaya narkoba. Dari game edukasi hingga konten kreatif di media sosial yang diberi nama War on Drugs Challenge.

Soal pembuatan game edukasi bahaya narkotika, Arya yang juga merupakan kader Kipan (Kader Inti Pemuda Anti Narkoba) Tabanan sejak 2018 ini menggandeng seorang anak muda Tabanan yang memang terbiasa membuat game. “Baru 10 persen progresnya, karena game ini dirancang simple sehingga mudah dipahami, dan edukasi bahaya narkotika bisa benar benar mengena ke sasaran yakni orang tua dan pelajar SD maupun SMP,” jelasnya, Jumat (26/3).

Baca juga:  Posisi Digantikan NTB, Ini Peringkat Bali dalam Jumlah Kasus COVID-19 se-Indonesia

Tak hanya dengan game, edukasi narkotika juga dikemas melalui konten kreatif di media sosial. Project programnya disebut War On Drugs Challenge.

Dalam konten video tersebut, Arya akan mendatangi masyarakat dan menanyakan pemahaman tentang narkoba. “Jadi akan tahu sejauh mana pemahaman masyarakat Tabanan tentang bahaya narkotika,” sebutnya.

Dari 10 video yang sudah dibuat, masyarakat Tabanan ternyata masih sangat awam pada bahaya narkotika. “Yang mereka tahu hanya bahayanya saja, namun jenis dan kenapa berbahaya dan bagaimana agar mereka bisa terhindar dari narkoba mereka tidak tahu. Nantinya kita selipkan edukasi usai pemberian pertanyaan, jadi dikemas lucu tanpa setting-an sehingga ada kesan menariknya,” jelasnya.

Baca juga:  Pemandu Lagu Diadili Kasus Narkoba

Ia juga mencoba mewujudkan desa yang bersih dari penyalahgunaan narkoba lewat Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba). Untuk proyek ini, Desa Gadungan dijadikan percontohan yang nantinya bisa diikuti desa lainnya.

“Kami sudah proses, hanya masih menunggu pendanaan. Rencananya anggaran bersumber dari desa dan kemungkinan di 2022 baru bisa mulai berjalan program kerjanya,” jelasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.