Ilustrasi. (BP/Suarsana)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selama beberapa tahun terakhir, pelaksanaan Nyepi selalu diikuti dengan diputusnya layanan internet dan siaran televisi. Namun, di tengah pandemi, Ketua ARSSI Bali Dr.dr. Ida Bagus Gede Fajar Manuaba, Sp.OG., menilai pemutusan internet bisa berakibat fatal.

Ia mengatakan, pihaknya konsisten meminta agar jangan memutus internet saat Bali perang melawan COVID-19. Soal rencana pemutusan internet saat Nyepi di tahun ini, ia mengatakan Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr Ketut Suarjaya telah mengusulkan untuk tidak memutus jaringan internet.

Baca juga:  Sehatkan Pikiran dan Jiwa, Bali Usada Health Meditation Sasar Banjar

Ini, berkaitan pula dengan tidak adanya isolasi di hotel. Perkembangan kasus COVID-19 sangat dinamis, sehingga perkembangan pasien COVID, baik OTG maupun yang bergejala, dalam waktu 24 jam sangat berharga.

Internet tidak hanya penting bagi RS tapi juga masyarakat di era digital ini. “Karena bagi masyarakat OTG yang isolasi di rumah akan kesulitan menyampaikan informasi tentang kondisinya, atau informasi terkait keluarganya yang ada di rumah sakit,” jelasnya, Rabu (3/3).

Baca juga:  Belasan Kantong Jenazah Sudah Diterima RS Polri

Jaringan internet juga berkaitan dengan lalu lintas sampah medis ke luar Bali. Apalagi di era pandemi, segala sesuatunya sangat bergantung pada internet karena semua lini kegiatan masyarakat berbasis digital.

Informasi layanan kamar RS saat ini juga berbasis internet, seperti informasi ketersediaan kamar. Begitu juga layanan telemedicine untuk mempermudah masyarakat mendapat pelayanan kesehatan agar tidak perlu ke RS. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.