Bupati Suwirta mengunjungi keluarga Ketut Merta yang tergusur. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kabar kondisi memprihatinkan yang dialami keluarga Ketut Merta, akhirnya disampaikan kepada Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Bupati Suwirta terpanggil untuk mengatasi persoalan ini, meski keluarga Ketut Merta ini warga asli Karangasem.

Sebagai solusi sementara, Bupati Suwirta mencarikan rumah kos untuk menampung Ketut Merta bersama istri dan kelima anaknya. Bahkan, biaya rumah kos itu ditanggung sendiri Bupati Suwirta dengan dana pribadinya selama setahun.

Dalam kunjungannya ke lokasi, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Rabu (3/3) nampak sangat prihatin melihat kondisi keluarga Ketut Merta. Ia terketuk untuk memberikan pertolongan, guna meringankan beban hidup keluarga tak mampu ini.

Baca juga:  Karena Ini, Kabag Ops Polres Klungkung Bayar Kaul Jalan Kaki

Ia meminta kepada Perbekel Paksebali Putu Ariadi untuk mencarikan tempat tinggal sementara berupa rumah kos sederhana dalam waktu satu tahun, sambil memikirkan solusi berikutnya. Rencananya, Bupati Suwirta akan berkoordinasi lebih lanjut dengan Pemprov Bali.

Salah satu solusinya, mengajukan milik Pemprov Bali yang hendak dijadikan permukiman. Khususnya masyarakat tidak memiliki tempat tinggal, agar dapat diterima dan segera ditindaklanjuti.

Jadi, selama masih menunggu pengajuan penggunaan tanah pemprov ini, keluarga Ketut Merta diminta tinggal sementara di rumah kos, sambil bekerja semampunya.

Sebagaimana arahan Bupati Suwirta, Perbekel Paksebali dan KBD Timbrah sudah mencarikan rumah kos dan mengurus hal-hal administrasi yang berkaitan kepindahan keluarga I Ketut Merta ke rumah kos itu. Sementara untuk biaya pembayaran rumah kost, listrik dan air, sepenuhnya sudah dibantu oleh Bupati Suwirta.

Baca juga:  Soal Aset Warga Dikuasai PDNKK, Bupati Suwirta Angkat Bicara 

“Rumah kos itu bahkan sudah ditanggung bapak bupati selama setahun ke depan. Jadi kami bersama bapak bupati, tinggal memikirkan tempat tinggalnya nanti. Semoga solusi yang diberikan bapak bupati dapat memberi jalan bagi keluarga ini untuk menjalani hidup yang lebih baik nanti,” katanya.

Guna menyelesaikan persoalan ini, Bupati Suwirta, kata Ariadi, sudah bersurat kepada Pemprov Bali, untuk memohonkan tanah pemprov di Desa Sulang, persis bersebelahan dengan Desa Paksebali. Lokasinya di sekitar areal perumahan bersubsidi.

Baca juga:  Pantai Pesinggahan Dipenuhi Sampah

Jadi, di sana bisa dimohonkan agar mendapatkan bantuan bedah rumah yang diperuntukkan bagi keluarga Ketut Merta ini. “Saat ini masih ada 26 KK lagi dengan kondisi serupa di Desa Paksebali. Saya khawatirnya nanti ada penggusuran serupa, jika tanah tempat tinggal mereka tiba-tiba dijual. Saya waswas. Jadi, mulai sekarang kami juga mohonkan mereka untuk juga direlokasi ke lahan milik pemprov itu,” kata Ariadi. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.