Warga Badung menjalani rapid test antigen. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Masih melonjaknya kasus COVID-19 di Badung membuat Dinas Kesehatan (Diskes) terus menggalakkan screening. Hal ini untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Salah satu yang terus digenjot adalah penerapan Rapid Antigen. Kepala Dinas Kesehatan Badung, dr Nyoman Gunarta, mengatakan pelaksanaan rapid sangat bagus lantaran hasilnya bisa diperoleh dengan cepat.

Karena itu, pihaknya kini akan rutin melaksanakan rapid antigen untuk para pelanggar prokes. “Rapid antigen lebih bagus kita gunakan screaning dari pada swab langsung. Kalau swab berpengaruh pada aspek psikologis nanti, dan ada juga yang merasa takut saat di swab langsung,” ujar dr. Gunarta, Senin (1/2).

Baca juga:  Belasan Penghuni Kos Positif Konsumsi Narkoba

Menurutnya, persediaan kit Rapid Antigen untuk di kabupaten Badung 6.000 kit. Jumlah ini akan digunakan untuk screening.

Karena itu, pelaksanaan rapid antigen tidak hanya dilakukan selama pelaksanaan PPKM. Namun proses rapid tersebut merupakan upaya pemerintah dalam melakukan screening awal untuk mencegah penyebaran virus.

“Rapid dari Diskes Provinsi Bali dengan bantuan dari pusat. Untuk di Badung ada 6 ribu kit yang kita punya. Jadi jumlah ini akan digunakan untuk screening pada instansi tertentu, ke warga, komunitas tertentu maupun saat sidak prokes tim yustisi kabupaten Badung, jadi terus akan lakukan rapid agar kasus ini cepat menurun,” terangnya.

Baca juga:  Dari Satu Kabupaten Nihil Tambahan Kasus COVID-19 hingga Terlindas Truk Pensiunan PNS Tewas

Mantan Dirut RSD Mangusada ini menyebutkan tenaga kesehatan yang melaksanakan rapid antigen hingga kini masih terpenuhi. Pihaknya, juga memaksimalkan tenaga kesehatan yang ada di puskesmas. “Karena kami juga melaksanakan vaksin, jadi tenaga kesehatannya dibagi. Jadwalnya pun diatur agar semuanya bisa dilaksanakan dan mereka bisa bekerja maksimal juga,” katanya.

Pihaknya berharap masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Terlebih, saat ini tempat isolasi juga kurang memadai, sehingga perlu penambahan tempat isolasi. “Rencana akan ditambah lagi dengan menggunakan gedung baru, seperti yang disampaikan Bapak Bupati. Sebab, sampai saat ini sudah ada penambahan tempat isolasi lagi di RSD Mangusada,” pungkasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *