Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus kematian akibat COVID-19 bertambah signifikan pada Senin (25/1). Jumlahnya mencapai 10 orang.

Penambahan hingga 10 orang merupakan yang tertinggi sejak berbulan-bulan. Namun rekor tambahan kasus kematian Bali yakni sebanyak 11 orang belum dilampaui.

Dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, sebaran dari korban jiwa ini dilaporkan seluruh zona merah di Bali. Yaitu Jembrana, Tabanan, Badung, Denpasar dan Gianyar. Laporan kasus kematian baru didominasi dua zona merah, yakni Denpasar dan Gianyar hingga 70 persen dari total kasus.

Terbanyak dilaporkan Gianyar yang bertambah 4 korban jiwa. Denpasar sebanyak 3 korban jiwa. Sementara Tabanan, Jembrana, dan Badung masing-masing bertambah 1 orang.

Untuk usianya, termuda adalah 27 tahun dan tertua 74 tahun. Sedangkan untuk jenis kelamin, sebanyak 5 orang laki-laki dan 5 perempuan.

Pasien pertama adalah pria berusia 67 tahun. Warga Gianyar ini masuk ke RSUP Sanglah pada 14 Januari.

Sebelum masuk ke RS, tepatnya pada 6 Januari, pria ini dikonfirmasi COVID-19. Pasien dilaporkan meninggal pada 25 Januari. Tak ada penyakit penyerta dilaporkan.

Baca juga:  Bali Merupakan Daerah Tempat Budidaya Karang Hias Terbaik di Indonesia

Pasien kedua yang dilaporkan Gianyar adalah seorang perempuan berusia 44 tahun. Masuk ke RSPTN Udayana pada 15 Januari.

Empat hari sebelum masuk ke RS, yakni 11 Januari, pasien dikonfirmasi COVID-19. Pada 24 Januari dilaporkan meninggal dunia dengan laporan tidak ada penyakit penyerta.

Pasien ketiga dari Gianyar juga merupakan seorang perempuan. Berusia 50 tahun, pasien ini masuk ke RS Ari Canti pada 20 Januari 2021.

Pasien ini dikonfirmasi sehari setelah masuk RS. Dilaporkan meninggal pada 23 Januari. Penyakit penyerta yang dilaporkan adalah tekanan darah tinggi.

Pasien keempat dari Gianyar juga seorang perempuan berusia 27 tahun. Masuk ke RSUD Sanjiwani pada 20 Januari dan terkonfirmasi pada hari yang sama. Pasien ini meninggal pada 23 Januari dengan tidak ada laporan penyakit penyerta.

Sementara itu, pasien dari Denpasar berusia 63 tahun berjenis kelamin laki-laki. Pasien masuk ke RSUD Bali Mandara pada 6 Januari.

Untuk PCR positif dikonfirmasi pada 7 Januari dan meninggal pada 24 Januari. Tidak ada penyakit penyerta yang dilaporkan.

Baca juga:  Hargai Pengorbanan Tenaga Medis dengan Disiplin Terapkan Prokes

Pasien kedua dari Denpasar merupakan seorang laki-laki berusia 64 tahun. Masuk ke RSPTN Udayana pada 18 Januari.

Terkonfirmasi COVID-19 tiga hari sebelum masuk ke RS. Meninggal pada 24 Januari dengan penyakit penyerta diabetes melitus, gangguan jantung dan tekanan darah tinggi.

Pasien ketiga dari Denpasar adalah seorang laki-laki berusia 70 tahun. Masuk ke RSUD Bali Mandara pada 17 Januari dan terkonfirmasi pada hari yang sama. Meninggal pada 24 Januari dan tidak ada penyakit penyerta yang dilaporkan.

Pasien dari Tabanan merupakan seorang laki-laki berusia 74 tahun. Masuk ke RS Semara Ratih pada 11 Januari dan terkonfirmasi sehari setelah masuk. Dilaporkan meninggal pada hari ini dengan penyakit penyerta diabetes melitus.

Pasien dari Jembrana merupakan seorang perempuan berusia 60 tahun. Masuk ke RSU Negara pada 20 Januari dan terkonfirmasi pada hari yang sama. Dilaporkan meninggal hari ini dengan tidak ada penyakit penyerta.

Baca juga:  Usai Menganiaya Malah Nekat Bunuh Diri

Pasien dari Badung merupakan seorang perempuan berusia 68 tahun. Masuk ke RS Siloam pada 15 Januari dan terkonfirmasi sehari setelah masuk.

Meninggal pada 23 Januari. Penyakit penyerta yang dilaporkan tekanan darah tinggi dan gangguan ginjal.

Kumulatif korban jiwa COVID-19 di Bali mencapai 641 orang. Rinciannya 637 WNI dan 4 WNA.

Sebaran Korban Jiwa

Dilihat dari sebarannya secara kumulatif, Denpasar mencatatkan korban jiwa sebanyak 135 orang ada di posisi pertama. Posisi kedua dipegang Gianyar dengan jumlah korban jiwa 98 orang.

Posisi ketiga adalah Badung dengan korban jiwa sebanyak 85 orang. Posisi keempat adalah Tabanan dengan jumlah 77 korban jiwa. Buleleng di posisi kelima melaporkan korban jiwa mencapai 76 orang.

Posisi keenam adalah Karangasem yang korban jiwanya mencapai 53 orang. Kemudian, Bangli di posisi keenam dengan 42 orang.

Posisi ketujuh adalah Jembrana dengan 41 orang meninggal. Posisi kedelapan adalah Klungkung yang korban jiwanya mencapai 24 orang.

Terdapat pula 2 korban jiwa dari kabupaten lain. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *