Akibat hujan deras sejak Jumat (15/1) malam puluhan titik longsor terjadi di Desa Sepang dan Sepang Kelod. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Bencana tanah longsor melanda Desa Sepang dan Desa Sepang Kelod, Kecamatan Busungbiu. Puluhan titik longsor terjadi di dua desa bertetangga tersebut.

Sebuah mobil dan sepeda motor milik warga hanyut.
Informasi dikumpulkan di lapangan Sabtu (16/1), satu titk longsor parah terjadi di Desa Sepang. Tanah dengan ketiggian sekitar 20 meter dengan panjang sekitar 10 meter amblas.

Tanah kemudian menimbun jalan kabupaten yang menghubungkan kedua desa tersebut. Akibatnya jalan kabupaten tersebut tidak bisa dilalui kendaraan.

Baca juga:  Belasan Bidan PTT Gagal Jadi CPNS

Selain itu, ada sekitar 20 titik longsor sekala sedang terjadi menyebar di beberapa dusun. Tidak saja itu, ada 1 unit sepeda motor milik warga hanyut dibawa banjir dan sampai sekarang belum ditemukan.

Bahkan sebuah mobil milik warga Desa Sepang Kelod juga dihayutkan saat banjir terjadi. Beruntung mobil ini sudah ditemukan dan masih proses evekuasi oleh pemilik dibantu petugas.

Kelian Dusun (Kadus) Sepang Putu Adiana membenarkan telah terjadi banjir dan tanah longsor. Dia mengatakan, saat ini cuaca di Sepang masih turun hujan deras sejak Jumat (15/1) malam. Atas kondisi ini, proses pembersihan meterial longsor belum bisa maksimal.

Baca juga:  Generasi Muda Bisa Jadi Pahlawan lewat Pencegahan COVID-19

“Data sementaa longsor besar 1 lokasi dan menutup jalan. Ada juga 20 titik longsor kecil-kecil, kami masih mandata kerusakan akibat bencana ini,” katanya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.