Pekerja membangun anak tangga yang menghubungkan Pura Bukit Kembar Kenusut dengan Lempuyang Luhur. (BP/Istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Pengerjaan proyek pembangunan seribu anak tangga dari pelataran Pura Bukit Kembar Kenusut menuju Pura Lempuyang Luhur, di Banjar Jumeneng, Desa Bukit, Karangasem terus dilakukan. Sampai saat ini, pengerjaan tangga sudah mencapai 60 persen.

Inisiator 1.000 Tangga Bahagia, I Putu Gede Mahendra Giri, mengungkapkan, Jumat (15/1) mengungkapkan, kalau sampai saat ini anak tangga yang sudah dibuat jumlahnya sudah mencapai 600 anak tangga. Hanya saja, dari jumlah anak tangga tersebut belum semuanya di-finishing. “Yang sudah di-finishing sekitar 200 anak tangga, sedangkan sisanya masih belum,” ucapnya.

Baca juga:  Warga Tetap Beraktifitas Biasa, Berharap Status Gunung Agung Kembali Normal

Mahendra Giri, menambahkan, karena masih sering turun hujan, pengerjaan sedikit terganggu. Terutama, dalam proses pengangkutan material, berupa batako, pasir dan yang lainnya.

Sebab, medan yang dilewati cukup sulit karena tanah becek dan berlumpur akibat diguyur hujan. Yang seharusnya pengerjaan tangga sudah finishing, dialihkan ke pembangunan tangga.

“Untung waktu ini ada grup offroad dari sejumlah kabupaten yang ngayah untuk membantu dalam pengangkutan material menuju ke atas. Di samping itu juga, mereka mapunia untuk kegiatan ini,” Katanya.

Baca juga:  Empat Kali, Denpasar Raih Peringkat Pertama Keterbukaan Informasi Publik

Dia menjelaskan, untuk bantuan yang diberikan tersebut, nantinya dipergunakan untuk membayar ongkos tukang. Saat ini, jumlah tukang yang mengerjakan proyek ini sebanyak 21 orang.

“Jujur, kami masih terkendala di dana. Karena, dana yang kami pakai merupakan sumbangan atau punia dari elemen masyarakat, pemerintah dan yang lainnya. Semoga nantinya, ada donatur lagi sehingga pengerjaan bisa berjalan dengan lancar,” harapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga sangat berharap kepada pemerintah supaya nantinya dapat membantu terkait, pegangan pada tangga, termasuk aliran listrik. “Pemedek yang tangkil mulai dari anak-anak sampai lansia. Jadi yang lansia, butuh pegangan saat naik maupun turun tangga,” sebutnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.