Suasana lokasi setelah diterjang banjir karena meluapnya air sungai. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Banjir akibat meluapnya air sungai terjadi di Jalan Pura Bulangan Yeh, Pererenan, Badung. Akibatnya sebuah mobil dan sepeda motor hanyut tersapu air, Kamis (14/1).

Beruntung tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, pemilik tempat usaha Al Waled Alang-alang, Muksin Salim sempat syok. Muksin menuturkan, sekitar pukul 02.30 WITA, dirinya baru sadar ada banjir.

Saat itu kedalaman air sudah sekitar 1 meter. Dirinya baru sadar setelah dibangunkan oleh karyawannya. “Saya bangun kaget, air sudah besar. Saya berusaha untuk pindahkan mobil saya yang diparkir di lorong rumah,” katanya menuturkan.

Baca juga:  Banjir Belum Juga Surut, Rumah KK Miskin dan Lumpuh Terendam

Karena air sangat deras, dirinya memilih menyelamatkan diri. Mengingat, di belakang lokasi tempatbusahanya merupakan sungai.

Benar saja, tak berselang lama, mobil miliknya hanyut dan terbawa air sungai sampai di kawasan Padang Linjong yang berjarak sekitar 2 Kilometer dari lokasinya tinggal. “Kondisi mobil saat ditemukan sudah hancur,” ujarnya.

Saat itu, dirinya hanya bisa menyelamatkan beberapa sepeda motor yang terparkir sebelum tersapu air. Beruntung mobil pick up miliknya tidak ikut hanyut karena tertahan penyangga bangunan dan tumpukan alang-alang yang tinggi.

Baca juga:  Diterjang Banjir, Senderan di Areal Subak Kedua Lelateng Jebol

Diungkapkan, sebelum banjir di sekitar lokasi kejadian, sempat hujan sekitar satu jam. Bahkan curah hujan tidak terlalu lebat.

Muksin yang sudah 6 tahun mengontrak lahan di sana, baru pertama kali melihat banjir begitu besar. Dirinya menduga, air sungai meluap karena tersumbah batang kayu dan sampah. “Selama 6 tahun di sini baru pertama kami alami banjir seperti ini. Walaupun hujan 3 hari 3 malam, tidak pernah seperti ini. Namun ini tumben air nya naik,” tuturnya.

Baca juga:  Kembali Diterjang Banjir, Jalan Butus-Nangka Makin Rusak

Lokasi usaha alang-alang seluas 5 are lebih ini, terlihat porak poranda. Tumpukan alang-alang mililnya basah, bahkan ada yang berantakan tersapu air.

Dirinya bersama istri dan 4 karyawannya selamat. Namun kerugian diperkirakan mencapai sebesar Rp 500 juta. “Banyak ilalang rusak. Padahal alang-alang kelas super ini, baru didatangkan,” ucapnya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.