Simulasi vaksinasi COVID-19 digelar di BRSU Tabanan. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Pelaksanaan vaksinasi yang rencananya dijadwalkan sekitar 14-15 Januari di kabupaten Tabanan atau sehari setelah pencanangan di pusat, sementara ditunda. Untuk Bali, baru tiga kabupaten yang mulai pelaksanaan vaksinasi yakni Denpasar, Badung dan Gianyar.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kesehatan Tabanan memastikan segala sesuatunya untuk pelaksanaan vaksin sudah siap, termasuk lokasi pelaksanaan vaksin. Kepala Dinas kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika, Rabu (13/1) mengatakan, ada 28 layanan fasilitas kesehatan yang nantinya diperuntukkan untuk kegiatan vaksinasi COVID-19.

Baca juga:  Usai Vaksinasi COVID-19 dan Monitoring, Ini Kata Presiden Jokowi

Rinciannya, 20 puskesmas, 2 Rumah Sakit Pemerintah, 4 Rumah Sakit Swasta dan di Kodim Rindam Tabanan, suhu vaksin harus terjaga dengan baik. Di tiap titik layanan tersebut juga telah siap lemari penyimpanan khusus vaksin lengkap dengan pengawasan suhu di dalamnya.

Saat keluar dari cold room, vaksin harus cepat dimasukkan ke kotak sementara yang dirancang khusus menjaga temperatur selama perjalanan distribusi ke puskesmas ataupun rumah sakit. “Kami juga akan mengawasi rantai distribusi untuk memastikan mutu vaksin, karena vaksin memerlukan kondisi penyimpanan khusus umumnya pada temperatur antara 2-8 derajat Celsius, jika ada perubahan suhu, secara otomatis sirine cold room akan berbunyi dan petugas mendapatkan sms pemberitahuan langsung di handphone, jadi temperatur memang sangat dijaga dan diawasi untuk menjaga kualitas vaksin,” terangnya.

Baca juga:  Kasus COVID-19 Harian Bali Tetap di Atas 100, Kabar Duka Juga Masih Dilaporkan

Pemberian vaksin tahap pertama, lanjut kata Suratmika, sesuai dengan instruksi pemerintah pusat adalah tenaga kesehatan (nakes) serta penunjang pada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Yankes), petugas tracing kasus COVID-19 dan juga sejumlah pejabat mulai dari Bupati Tabanan, Direktur Rumah Sakit, Pimpinan OPD bahkan DPRD, sebagai bentuk motivasi agar jangan takut untuk vaksinasi. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.