Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Cuaca ekstrem terjadi belakangan ini mengakibatkan bencana alam di sejumlah wilayah di Bali. Terkait hal ini sudah menjadi tugas Korem 163/Wira Satya bersama jajarannya, khususnya Babinsa sebagai ujung tombak di lapangan memonitor perubahan kondisi yang terjadi.

Termasuk menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang mungkin mengakibatkan terjadi bencana alam. “Kalau terjadi bencana alam seperti longsor, pohon tumbang, banjir, Babinsa langsung melapor ke atasannya supaya cepat diambil tindakan. Koordinasi di lapangan dilakukan dengan berbagai instansi terkait,” kata Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, Senin (14/12).

Baca juga:  Macet, Kunjungan Wisatawan ke Tanjung Benoa Menurun 40 Persen

Menurut Kapenrem, antar instansi saling berbagi informasi dan mencermati situasi yang ada. Termasuk dalam melakukan langkah yang diperlukan, semua terkoordinasi dengan baik.
Babinsa dalam keseharian juga melakukan laporan secara rutin kepada unsur pimpinan terhadap dinamika situasi di wilayah binaannya. “Sebagaimana kita disebut temu cepat, lapor cepat, termasuk juga dalam deteksi dan cegah dini,” ujar Mayor Bagus.

Apalagi saat ini dibantu dengan teknologi informasi sehingga sangat mendukung tugas para Babinsa di lapangan. Misalnya ada perkembangan kondisi cuaca hari ini dan itu dimonitor dari informasi resmi dari BMKG, maka dapat digunakan sebagai informasi lanjutan kepada aparat terkait dan masyarakat di wilayah. “Kita semua harus waspada dengan kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang ini,” tegasnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.