Prof. Wiku Adisasmito. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus COVID-19 pada Kamis (10/12) masih bertambah di atas 6.000 orang. Dari data Satgas COVID-19 nasional, terdapat 6.033 orang dilaporkan terkonfirmasi.

Kumulatif kasus COVID-19 nasional saat ini mendekati 600 ribu orang. Tepatnya terdapat 598.933 kasus.

Sementara itu, pasien sembuh jumlahnya bertambah lebih sedikit dari tambahan kasus baru. Jumlahnya mencapai 4.530 orang. Kumulatif pasien sembuh mencapai 491.975 orang.

Baca juga:  Makanan TMK Makin Marak, Masyarakat Harus Diedukasi

Untuk kasus meninggal, tercatat tambahan sebanyak 165 orang. Kumulatif kasus mencapai 18.336 orang (3,1 persen).

Sementara itu, kasus aktif sebanyak 88.622 orang. Sedangkan suspek sebanyak 69.879 orang.

Atas kenaikan kasus yang masih terjadi ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito dalam keterangan pers disiarkan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden dipantau dari Denpasar, Kamis (10/12) mengatakan pemerintah daerah harus menegakkan aturan terkait protokol kesehatan tanpa pandang bulu. “Tingginya kenaikan kasus disebabkan masih terjadinya penularan di masyarakat yang disebabkan karena ketidakdisiplinan di dalam mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya.

Baca juga:  Jika Pandemi Kondusif, Menparekraf Sebut Indonesia Berpotensi Datangkan Jutaan Wisman

Ia menyoroti adanya kenaikan kasus aktif dalam seminggu terakhir dibandingkan minggu sebelumnya. Terdapat 9 provinsi yang mengalami kenaikan kasus cukup tinggi, salah satunya adalah Bali.

Kasus aktif, ulasnya, meningkat menjadi 14,46 persen pada minggu ini atau naik 1,05 persen dibandingkan minggu sebelumnya. “Ini bukan kabar yang baik. Masih banyaknya pasien COVID-19 yang dirawat maupun menjalani isolasi yang belum sembuh dari penyakitnya. Oleh karena itu, diminta kepada pemerintah daerah untuk bekerja keras memberikan penanganan yang baik sesuai standard agar pasien cepat sembuh,” sarannya. (Diah Dewi/balipost)

Baca juga:  Realisasi PEN 2021 Capai 53 Persen
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *