Sejumlah petugas melaksanakan operasi yustisi pendisiplinan protokol kesehatan (BP/Ist)

BANGLI, BALIPOST.com – Meski operasi yustisi terus digencarkan dibarengi sosialisasi dan imbauan, masih ada saja warga yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes). Berdasarkan catatan tim yustisi selama sepuluh hari terakhir terdapat 1.056 warga yang ditindak lantaran melanggar prokes. Mereka pun diberikan sanksi mulai teguran tertulis, lisan, fisik hingga sanksi sosial.

Tim yustisi terdiri dari unsur Polisi, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan. Sejak beberapa bulan terakhir tim yustisi terus melakukan operasi di sejumlah tempat guna mendisiplinkan masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga:  Besok, Seluruh Check-In Counter di Terminal Keberangkatan Domestik Kembali Dioperasikan Pascakebakaran

Terhitung dari 16 Nopember hingga 25 Nopember 2020, ada sebanyak 1.056 warga yang ditindak. Rinciannya sebanyak 501 orang diberikan sanksi teguran lisan, 344 orang diberi sanksi tertulis, 80 orang pelanggar mendapat sanksi fisik, dan 128 orang diganjar sanksi sosial.

Untuk sanksi fisik petugas lebih banyak meminta pelanggar melakukan gerakan push-up atau jongkok bangun. Sedangkan sanksi sosial yang diberikan yakni menyanyikan lagu Indonesia Raya atau menghafal Pancasila. Selama sepuluh hari terakhir, tidak ada pelanggar yang terkena sanksi denda.

Baca juga:  Workshop Perpustakaan, Gianyar Miliki 447 Perpustakaan

Kapolres Bangli AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan mengaku pihaknya sangat menyayangkan masih saja ada warga yang tidak disiplin hingga terjaring operasi yustisi pendisiplinan prokes. Padahal operasi ini sudah tiap hari dilakukan dibarengi dengan sosialisasi dan imbauan,.

Dia menyebut pada Kamis (26/11) ditemukan empat warga yang kedapatan melanggar. Tiga diantaranya tidak memakai masker dan satu orang lainnya salah memakai masker.

Agung Dhana mengatakan selama ini sidak prokes rutin dilakukan setiap hari. Sasarannya tempat-tempat umum seperti pasar tradisional, pasar modern, komplek pertokoan, komplek pemukiman, tempat ibadah, jalan raya, tempat obyek wisata, dan terminal. “Hari ini pun tim masih bergerak menyasar Jalan Merdeka depan Terminal Loca Crana termasuk hingga Pasar Kidul, Bangli,”tandasnya. (Dayu Rina/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.