Made Wianta. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Bali kehilangan salah satu perupa yang namanya telah mendunia, Made Wianta. Pelukis maestro asal Banjar Apuan, Desa Apuan, Baturiti, Tabanan itu menghembuskan nafas terakhir Jumat (13/11) karena sakit.

Wianta yang telah memamerkan karyanya di sejumlah negara itu meninggal karena sakit yang dideritanya sejak beberapa tahun lalu. Almarhum meninggalkan seorang istri yakni Intan Kirana (cucu tokoh pendidikan Ki Hadjar Dewantara) dua orang putri — Buratwangi dan Sanjiwani, serta seorang cucu.

Baca juga:  Abrasi di Karangasem Kian Parah

Buratwangi, putri tertua Wianta menyampaikan, jazad almarhum saat ini disemayamkan di rumah duka, Banjar Apuan, Desa Apuan, Baturiti, Tabanan. Akan diadakan rapat keluarga dulu untuk menentukan prosesi upacaranya

Made Wianta lahir di Tabanan, pada 20 Desember 1949, seorang seniman lukis yang dikenal dalam khasanah seni rupa modern. Kesenimanan lulusan ASRI (ISI) Yogyakarta 1974 itu, terbentuk dari lingkungan tradisi Bali yang agraris.

Baca juga:  Tiga Artis Ibu Kota Goyang Puspem Badung

Lingkungan ini yang membentuk Wianta tumbuh menjadi seniman serba bisa. Ia sempat belajar seni di Brussels, Belgia pada tahun 1976.

Dalam kiprah di dunia seni rupa, Wianta tercatat mengikuti berbagai pameran internasional seperti di New York, Paris, dan Tokyo, dan ikut serta dalam Bienalle di Venesia tahun 2004.

Karyanya telah banyak didokumentasikan dalam buku, di antaranya Made Wianta (1990), dan Wianta Art and Peace (2000). Wianta juga menyukai dan menulis puisi. Kumpulan puisi berjudul ‘’2 ½ Menit’’ yang memuat seratus lima puluh tiga puisi Wianta, diterbitkan tahun 2000.

Baca juga:  Sejumlah Persoalan Ini, Sebabkan Bali Belum Bisa Wujudkan Pariwisata Berkualitas

Di mata sahabatnya, Putu Suasta, M.A., yang juga penulis salah satu buku Made Wianta menyebut almarhum adalah sosok seniman segala zaman. Ia tangguh, teguh, ulet dan terus bergerak. (Subrata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.