Bank BRI melakukan serah terima bantuan penataan dan pembersihan Tukad Empelan kepada Desa Darmasaba. (BP/May)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Setelah berjalan dari November 2019, Bank BRI kini melakukan serah terima bantuan penataan dan pembersihan Tukad Empelan kepada Desa Darmasaba, Selasa (27/10). Tukad Empelan yang berlokasi di Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung kini menjadi destinasi alternatif yang bisa dikunjungi oleh masyarakat untuk melepas penat. Tukad yang dulunya kotor dan dipenuhi semak belukar, saat ini telah tertata rapi, bersih, dan ramah anak.

Pemimpin Wilayah BRI Denpasar, Ida Bagus K.Subagia mengatakan, pasca diserahterimakan oleh BRI kepada Desa Darmasaba, maka perawatan, pemeliharaan, dan pengelolaan Tukad Empelan selanjutnya akan dilakukan oleh pihak Desa Darmasaba.

Untuk mendukung keberlanjutan program ini, selain bantuan penataan, pembersihan, dan edukasi masyarakat, BRI juga menyerahkan bantuan tiga unit sepeda motor pengangkut sampah, satu unit mesin pencacah sampah organik, dan satu unit mesin pengayak dengan total bantuan senilai Rp 635.000.000.

Baca juga:  Tambahan Kasus Baru Positif COVID-19 di Bali, Transmisi Lokalnya Capai 70 Persen
Bank BRI melakukan serah terima bantuan penataan dan pembersihan Tukad Empelan kepada Desa Darmasaba. (BP/may)

Bagus menuturkan, program Jaga Sungai Jaga Kehidupan yang telah berlangsung sejak November 2019 ini terdiri dari dua kegiatan utama yaitu, Program Bersih-Bersih Sungai atau Kali dan Program Sampah Jadi Duit. Melalui program ini, BRI mengajak masyarakat untuk mencintai sungai atau kali dengan tidak membuang sampah ke sungai atau kali.

Sampah yang dihasilkan diharapkan juga dapat dipilah dari rumah tangga, dimana sampah anorganik berupa botol plastik, dan lain-lain dapat ditabung di Bank Sampah dan menghasilkan duit. Sampah organik kemudian dapat diolah oleh Tim TPST3R (Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Reduce, Reuse, Recycle) Desa Darmasaba menjadi pupuk kompos dengan bantuan mesin pencacah sampah yang diberikan oleh BRI.

Baca juga:  Mayat Membusuk Ditemukan di Sungai

Selanjutnya pupuk tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pertanian maupun urban farming. “Untuk menyukseskan program ini, kami juga bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung, BUMDes Desa Darmasaba dan Tim TPST3R Desa Darmasaba. Ke depan kami harapkan, setelah diserahterimakan oleh BRI kepada Pihak Desa Darmasaba, program ini dapat dikelola dan ditatakerjakan dengan baik sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagimasyarakat,” tutupnya.

PJ Perbekel Desa Darmasaba I Ketut Sukra mengatakan, memang sebelum ada penataan dari BRI, lingkungan di sekitar sungai kotor dan pembuangan limbah dan sampah ke sungai masih dilakukan masyarakat. Setelah ada bantuan CSR dari BRI, dikatakan sungai berubah drastis menjadi area yang nyaman. “Saya mengapresiai dan mengucapkan terima kasih banyak kepada BRI, yang telah menata lingkungan kami menjadi bersih dan nyaman,” ujarnya.

Baca juga:  Limbah  Air Licit, Dapat Dijadikan Pupuk Cair

Kadis DLHK Badung I Wayan Puja mengatakan, CSR BRI berupa penataan sungai dan lingkungan ini merupakan contoh bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan. Namun ke depan menurutnya, yang paling berat adalah mengubah perilaku masyarakat supaya tidak sembarangan membuang limbah dan sampah ke aliran air.

Program yang dikembangkan oleh BRI, yang sehari-harinya bergelut dengan uang, namun juga peduli terhadap lingkungan. Untuk itu ia mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih. “Ini merupakan contoh yang bisa kami tunjukkan kepada masyarakat supaya ikut peduli terhadal lingkungan walaupun tidak berbuat tapi setidaknya ikut menjaga sebab pengelolaan lingkungan ini tidak bisa 1-2 hari, tapi harus berkelanjutan,” tandasnya. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.