Putu Prida Dewi. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Saat pandemi Covid-19 ini, masyarakat dituntut menerapkan pola hidup rajin mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Virus Corona belakangan makin ganas dan siap menerkam mangsanya, baik melalui udara bebas maupun yang hinggap dan menempel pada suatu benda.

Imbauan ini senantiasa dilontarkan Wakil Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Denpasar Putu Prida Dewi, S.T. Ibu tiga putra ini jika bepergian ke mana pun tak pernah lupa menenteng hand sanitizer.

Tak lupa juga masker senantiasa menutupi hidung dan mulutnya, guna menangkal virus Corona. ‘’Saya selalu mengajak masyarakat untuk hidup bersih. Terbukti, baik di rumah, kantor KONI, termasuk toko konveksi anak saya senantiasa menyediakan sarana mencuci tangan,’’ ujar istri dari IGN Murthana, S.T. ini.

Baca juga:  Tak Sulit Budayakan Taat Prokes Covid-19

Selama pandemi Covid-19 ini, kata Prida, usaha konveksi anaknya juga memproduksi masker sesuai dengan pesanan pembeli. Ia juga getol mengampanyekan pola hidup sehat kepada warga sekitar.

Ia pun selalu menyelipkan masker jika bepergian. Bahkan, jika menemui warga atau pedagang di pasar yang tidak memakai masker, ia spontan menyarankan menggunakan masker.

Prida mengatakan, saat berbelanja ke Pasar Kreneng, Pasar Badung, dan pasar di Jalan Cokroaminoto acap kali dirinya memergoki pedagang yang sudah berusia lanjut berjualan tanpa memakai masker. ‘’Saya langsung menasihati dan menyadarkan akan perlunya memakai masker. Saya pun membagikan masker kepada pedagang tua yang nyaman dipakai dan agak longgar, sehingga lancar bernapas dan kebetulan saya ini orangnya suka berbagi,’’ tutur Prida yang juga Sekretaris Bidang Sosial Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali ini.

Baca juga:  Pesenam Yuli Boyong Piala Menpora

Di masa pandemi Covid-19 ini, katanya, WHDI Bali bekerja sama dengan WHDI Kota Denpasar mengajak WHDI empat kecamatan, yakni Denpasar Selatan, Denpasar Barat, Denpasar Timur dan Denpasar Utara, agar ibu-ibunya mengikuti kursus sanggul dan lelunakan secara gratis di Salon Agung. ‘’Kursus ini cukup singkat dan hanya sehari dan langsung praktik. Tetapi rutin diselenggarakan selama dua bulan dan pesertanya tiap hari harus berganti, supaya merata berdatangan dari empat kecamatan,’’ terangnya.

Biasanya, kursus dalam satu ruangan bisa menampung 70 peserta, tetapi khusus saat pandemi Covid-19 ini pesertanya dibatasi maksimal 20 orang. Para peserta sebelum memasuki ruangan dicek suhu tubuhnya, mencuci tangan, dibagikan masker, kemudian menjaga jarak di ruangan. ‘’Sementara untuk kegiatan rapat WHDI lebih sering via online. Apalagi pengurus WHDI rata-rata usianya di atas 50 tahun,’’ katanya.

Baca juga:  Edukasi Prokes dari Hulu ke Hilir

Prida saat ini aktif sebagai Bendahara Pengkot Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Denpasar. Khusus untuk para atlet bulu tangkis Kota Denpasar, ia senantiasa mewajibkan mereka setiap berlatih di GOR Wangaya Kaja rajin mencuci tangan, kemudian berlatih tetap menggunakan masker medis. ‘’Jadi, pebulu tangkis Kota Denpasar kalau latihan juga harus tetap menaati protokol kesehatan,’’ tegas Alumni FT Sipil Unud ini. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.