Seorang pelajar ditanya aparat kepolisian karena membawa poster sebelum aksi tolak Omnibus Law digelar Kamis (22/10). (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Kamis (22/10), sejumlah peristiwa terjadi. Berikut lima berita yang menjadi atensi pembaca Balipost Online. Ini, cuplikan peristiwa dan link yang bisa diklik untuk membaca lebih detilnya.

1. Bawa Poster “Awas Ada Tukang Kawal Jogging,” Pelajar Dikejar Polisi

DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang pelajar di Denpasar dikejar polisi di Jalan PB. Sudirman, Denpasar Barat, Kamis (22/10). Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.21 WITA.

Pelajar berinisial RM (16) itu membawa poster di tengah-tengah ratusan jajaran personel Polda Bali termasuk kendaraan rantis yang siaga mengamankan rencana demo tolak UU Cipta Kerja. Poster bertuliskan “Awas Ada Tukang Kawal Jogging.”

Selengkapnya baca di sini

2. Soal “IDI Kacung WHO” dan “Bubarkan IDI,” Ini Kata Ahli Bahasa

DENPASAR, BALIPOST.com – Tim kuasa hukum I Gede Aryastina alias I Gede Ari Astina alias Jerinx, I Wayan “Gendo” Suardana menghadirkan dua ahli dalam sidang, Kamis (22/10). Mereka adalah Drs. Made Jiwa Atmaja, adalah ahli sastra dan bahasa pensiunan Unud, dan ahli pidana Herry Firmansyah pakar hukum pidana Universitas Tarumanegara, Jakarta.

Baca juga:  Tribuana Port at Kusamba Temporarily Closed

Dari kedua ahli yang diminta pendapat, kata Gendo, menguatkan posisi Jerinx. “Pertama soal legal standing korban, dan disimpulkan tidak sah secara hukum. Termasuk soal prosedur yang dilakukan,” tandas Gendo.

Selengkapnya baca di sini

3. Nama BEM PNB Dicantumkan dalam Pamflet Aksi Nasional Tolak Omnibus Law, Ini Tanggapan Direktur PNB

DENPASAR, BALIPOST.com – Sebuah pamflet ajakan melakukan aksi nasional menolak Omnibus Law dengan nada provokatif ditempel di sejumlah lokasi strategis pada Rabu (21/10). Bahkan sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi di Bali disebut-sebut akan melakukan aksi bersama yang digelar Kamis (22/10) ini.

Baca juga:  Hentikan Gelombang Kedua di Melbourne, Australia Gelar Uji Massal COVID-19

Terkait adanya pamflet yang mengajak melakukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah dengan kata-kata “Serang, Hancurkan, Jarah, dan Bakar!” ini, ditanggapi Direktur Politeknik Negeri Bali, I Nyoman Abdi, SE., M.eCom. Ia membantah lembaganya ikut terlibat seperti yang tercantum dalam pamflet tersebut.

Selengkapnya baca di sini

4. Karena Ini, Pasukan TNI Standby di Makodim

DENPASAR, BALIPOST.com – Berkaitan akan adanya informasi demo skala besar di Denpasar, Kodim 1611/Badung juga mempersiapkan pasukannya. Satu peleton (30 orang) standby di Makodim dan siap digerakan jika dibutuhkan.

“Tadi dilaksanakan apel melibatkan satu kompi pasukan di Makodim 1611/Badung,” kata Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm Ida Bagus Putu Diana Sukertia, Kamis (22/10).

Selengkapnya baca di sini

5. Gerebek Pasar Sanglah dan Pasar Sesetan, Paslon Amerta Hadirkan Perubahan lewat Sistem Digitalisasi Terintegrasi

Baca juga:  Deklarasi KBS-ACE di Tabanan, Undang 200 Beleganjur dan 100 Sekaha Okokan

DENPASAR, BALIPOST.com – Program Gerebek Pasar Tradisional melalui konsep Menyama Braya gencar dilakukan pasangan calon (Paslon) Wakikota dan Wakil Walikota Denpasar, Gede Ngurah Ambara Putra – Made Bagus Kertha Negara (Amerta) menuju Kota Denpasar BERSERI, Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing. Setelah sebelumnya gerebek Pasar Badung, Pasar Kumbasari, Pasar Satria, dan Pasar Phula Kerti, Sanglah, Kamis (22/10) pagi kembali digelar gerebek Pasar Sanglah dan Pasar Sesetan.

Seperti kegiatan Grebek Pasar sebelumnya, Paket Amerta bersama tim pemenangannya tetap membagikan masker dan baju kaos berlogo paslon Amerta, serta brosur dan selebaran visi misi Paslon Amerta sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat. Tidak kalah penting, Amerta juga menyerap aspirasi masyarakat, khususnya mereka yang beraktivitas di pasar.

Selengkapnya baca di sini

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.