Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, S.Sos.,M.Si. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Salah satu upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 di dalam tatanan kehidupan era baru (new normal) adalah dengan menaati protokol kesehatan (prokes). Upaya ini paling strategis dilakukan, karena obat maupun vaksin Covid-19 belum ada.

‘’Saat ini kita menjalankan kehidupan dengan menerapkan tatanan kehidupan era baru atau new normal dan kembali melakukan aktivitas seperti biasa. Idealnya masyarakat jangan mengabaikan imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan Covid-19,’’ ujar Sekretaris Prodi Magister Ilmu Komunikasi Hindu Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Dr. I Dewa Ayu Hendrawathy Putri, S.Sos., M.Si., Jumat (16/10).

Baca juga:  Sembilan Menteri Hadir di Bali, Gubernur Koster Beber Dampak Serius COVID-19 ke Perekonomian

Menurut Hendrawathy Putri, pemerintah secara intensif meminta agar masyarakat mematuhi imbauan untuk tetap menjaga jarak di dalam berkomunikasi di ranah sosial, baik di luar maupun di dalam ruangan. Kemudian, anjuran lain untuk melaksanakan prokes juga diharapkan dipatuhi dan dijalankan sebaik mungkin sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus Corona penyebab Covid-19. Seperti memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun.

Hendrawathy Putri menegaskan, membudayakan hidup sehat dengan menaati prokes Covid-19 tidaklah sulit untuk dilakukan oleh masyarakat. ‘’Kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku harus dijalankan guna menghindari paparan Covid-19. Karena mematuhi protokol kesehatan, seperti menerapkan social distancing jika berada di ranah publik, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, selalu membawa hand sanitizer, menggunakan masker, hindari menyentuh wajah, jaga etika saat batuk dan bersin, konsumsi vitamin dan lainnya adalah cara untuk terhindar dari paparan Covid-19,’’ tegasnya. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.