Kondisi jalan penghubung (jembatan) antara Desa Tibu Biu, Kecamatan Kerambitan - Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur yang putus pasca diterjang air bah. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Salah satu fasilitas umum yang mengalami kerusakan akibat bencana alam, Sabtu (10/10) yakni putusnya jalan penghubung (jembatan) antara Desa Tibu Biu, Kecamatan Kerambitan – Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur.

Padahal, dalam situasi normal jalur alternatif ini sangat padat dilalui masyarakat, baik kendaraan roda empat ataupun roda dua. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan peluang kerja akan hilang lantaran warga harus memutar mencari jalur utama Denpasar-Gilimanuk yang cukup jauh. Melihat kondisi itu, masyarakat setempat dari dua desa akan segera memperbaiki jalan penghubung tersebut secara gotong royong dengan dana swadaya, mulai Selasa (13/10).

Baca juga:  Soal Jembatan Jawa-Bali, Ini Penegasan Gubernur Koster

Salah satu tokoh masyarakat Desa Tibu Biu, I Ketut Arsana Yasa mengatakan, dari total panjang jalan penghubung 50 meter tersebut, sepanjang 15 meter rusak parah diterjang air bah. Pria yang juga duduk di gedung dewan Tabanan ini melanjutkan, sesuai kesepakatan masyarakat dua desa yakni Desa Tibu Biu dan desa Beraban, rencananya akan melakukan perbaikan secara gotong royong. “Untuk perbaikan akan di cor dan dilakukan secara gotong royong bersama warga dari Desa Beraban dan Tibubiu,” terangnya, Minggu (11/10).

Baca juga:  WN Amerika Hilang Saat Bermain "Paddle Board"

Lanjut dikatakan, sesuai kesepakatan, usai dilakukan kegiatan pembersihan, dua perbekel setempat sudah menyampaikan akan mulai melakukan perbaikan secara gotong royong pada Selasa (13/10) mendatang. “Mohon doanya semoga jembatan ini bisa kembali difungsikan seperti sebelumnya, karena sejak dibuat secara gotong royong tahun 2009 sampai sekarang jalan ini sangat banyak dilewati kendaraan, ketimbang harus mencari jalur utama yang cukup jauh lokasinya,” ujarnya.

Baca juga:  Selain Covid-19, Masyarakat Diingatkan Waspadai Bencana Alam

Pria yang akrab disapa Sadam ini akan dilaksanakan perbaikan dengan cara di cor kembali. Kemudian untuk anggaran akan menggunakan gabungan dari Desa Tibubiu dan Desa Beraban. Anggaran yang diperlukan sekitar Rp 100 juta, dan pihaknya juga berjanji untuk membantu. “Karena ini jalan vital untuk masyarakat setempat, selain menggunakan anggaran dari dua desa, kami juga akan bantu. Karena kerusakannya cukup parah yakni 15 meter dari total panjang jalan penghubung sepanjang 50 meter,” terangnya.(Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.