Seorang demonstran melempar botol air mineral ke truk Brimob yang melintas, Kamis (8/10). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Demo “Bali Tidak Diam” terkait UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10) rusuh. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose pun langsung turun ke lapangan, Kamis (8/10) malam.

Kapolda Golose menegaskan kepolisian berupaya menjaga marwah Bali yang aman. Selain itu aksi anarkis tersebut bukan diinisiasi orang lokal. “Tindakan kepolisian berdasarkan Standar Operasional Prosedur atau SOP. Imbauan dan lain sebagainya sudah dilakukan, tapi sengaja dilakukan dan sudah dimonitor serta dikomunikasikan,” ungkapnya.

Baca juga:  Survey Persepsi Masyarakat Soal COVID-19, Satgas Ungkap Hasilnya Cukup Mengejutkan

Ia mengatakan pihaknya sudah mewawancarai para pendemo. “Hasil wawancara kami, bukan buruh yang demo tapi adik-adik ini yang dikondisikan. Saya wawancarai langsung mereka hanya disuruh dan ini bukan tipikal mahasiswa-mahasiswa yang ada di Bali. Ini disengaja untuk membuat anarkis,” tegas Golose.

Kapolda kembali menyampaikan apa yang dilakukan kepolisian sudah sesuai prosedur. “Kami sudah mengimbau terus. Tapi hasilnya, saya tanya langsung banyak yang bukan orang Bali. Yang datang dari luar Bali ikut menggerakkan dan setelah itu langsung pulang ke asalnya. Ada mahasiswa dan bukan mahasiswa. Saya tidak mengatakan disusupi karena banyak juga mahasiswa di sini tapi gerakan ini bukan inisiasi orang Bali,” ungkapnya.

Baca juga:  Diprediksi, Hingga 6 Bulan Jumlah Wisatawan Tiongkok Turun

Walaupun demikian pihaknya tetap lebih banyak melakukan tindakan persuasif dan humanis. Tapi juga melakukan tindakan sesuai SOP seperti melempar gas air mata karena yang mereka lempar batu dan benda lain juga rakyat. “Yang dilempar itu rakyat dan itu bukan tipikal mahasiswa-mahasiswa Bali,” tandasnya.

Kapolda kembali menegaskan akan mengerahkan intelijen untuk melakukan pemantauan. Semua ini dilakukan demi menjaga marwah Bali yang aman. “Sebelumnya kami sudah melakukan pendekatan-pendekatan dengan organisasi buruh, tapi yang bergerak yang lain. Tidak ada yang ditangkap,” ujarnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.