Kresna Budi. (BP/dar)

DENPASAR, BALIPOST.com – Masuk tujuh bulan, pandemi COVID-19 tak mereda. Pariwisata Bali juga masih belum pulih akibat pemerintah pusat masih memberlakukan larangan orang asing masuk ke Indonesia.

Kendati demikian, tetap harus digaungkan ke dunia internasional bahwa Bali memiliki wilayah yang aman dikunjungi wisatawan. “Kita gaungkan lah bahwa Bali punya wilayah yang cukup aman untuk dikunjungi,” ujar Ketua Komisi II DPRD Bali, Ida Gede Komang Kresna Budi dikonfirmasi, Kamis (8/10).

Baca juga:  Hari Ini, 3 Daerah Laporkan Jumlah Kasus COVID-19 Baru yang Sama

Kresna Budi mencontohkan Nusa Dua, daerah wisata yang bisa dikatakan tertutup. Selain itu, didukung fasilitas rumah sakit dan dekat dengan bandara Ngurah Rai.

Tidak hanya cukup aman, Nusa Dua juga menarik dengan adanya pantai, golf, dan akomodasi lengkap. Hal seperti inilah yang harus terus digaungkan ke mancanegara. “Di situ ada sekitar 10 ribu kamar hotel, paling tidak 20 ribuan pegawai bidang pariwisata bisa jalan,” jelas Politisi Golkar ini.

Baca juga:  Akhiri Hidup, Pria Paruh Baya Nekat Gantung Diri

Kresna Budi menyarankan Pemprov Bali khususnya Gubernur agar meminta pengecualian terkait larangan kunjungan orang asing. Sembari menunggu pariwisata bagi wisatawan mancanegara dibuka kembali, jajaran kementrian kalau perlu untuk sementara berkantor di Bali, khususnya Nusa Dua.

“Kita sarankan Pak Gubernur minta pengecualian bahwa Bali itu aman dikunjungi. Ada wilayah yang bisa steril di Nusa Dua itu,” imbuhnya.

Apalagi, lanjut Kresna Budi, setiap orang yang masuk ke Bali harus bisa menunjukkan hasil rapid test ataupun swab negatif Covid-19. Artinya, yang bersangkutan harus dalam kondisi sehat.

Baca juga:  Penyebaran COVID-19 Melonjak, Ini Kata Gubernur Koster Soal Obyek Wisata dan Wisdom

Didukung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, Bali dikatakan tidak perlu takut menerima kunjungan dari luar. “Rasanya kita tidak perlu takut, kenapa harus dibatasi. Apalagi kita melaksanakan protokol kesehatan, semuanya berjalan dengan bagus. Jadi mesti diperjuangkan pengecualian untuk Bali,” terangnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.