Suasana di RSU Negara. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Persentase kesembuhan pasien COVID-19 di Jembrana mengalami peningkatan. Per Kamis (8/10), jumlah pasien sembuh sudah berada di atas 85 persen dari total kasus.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha mengatakan angka kesembuhan perlahan-lahan menanjak. Pada hari ini ada 16 orang dipulangkan dari RSU Negara sehingga persentase kesembuhan mencapai 86 persenan.

Totalnya 303 orang sembuh dari 352 pasien positif COVID-19 di Jembrana. Tingkat kesembuhan itu berbeda jauh dengan capaian September yang sempat mencapai 68 persen. “Ada progress kesembuhan yang cukup baik. Jumlahnya perlahan terus menanjak. Kita berharap bisa terus ditingkatkan jumlah yang sembuh ini. Sedangkan kasus positif kita tekan agar tidak terjadi lonjakan. Salah satunya melalui sosialisasi 3 M secara masif disemua lapisan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga:  Naker Migran di Jembrana Diminta Karantina Mandiri, Diawasi Tim Surveilans

Sementara itu, Direktur RSU Negara dr I Gusti Ketut Oka Parwatha meluruskan adanya isu yang selama ini beredar luas, yaitu adanya RSU yang sengaja menjadikan pasien terkonfirmasi COVID-19. Usai melepas kesembuhan 16 pasien yang telah menjalani perawatan di Ruang Isolasi RSU Negara , Kamis ( 8/10), ia mengatakan selama melakukan penanganan pasien COVID-19, pihak RSU tetap memegang aturan dan melakukan tindakan berdasarkan pedoman yang diberikan pemerintah pusat. “Tidak ada seperti itu di Jembrana. Tidak pernah kita ada niat maupun kesengajaan (memalsukan data pasien COVID-19) seperti informasi yang beredar di media sosial dan menjadi isu nasional. Selama ini kita tetap bekerja sesuai pedoman maupun kode etik dengan tujuan merawat pasien sehingga tidak timbul korban,” kata Parwatha.

Baca juga:  Jumlah Kasus Transmisi Lokalnya Terbanyak, Ini Kabupaten yang Gusur Bangli dari Posisi Pertama

Adanya informasi itu, lanjutnya, justru mempersulit penanganan pasien COVID-19 di RSU Negara. Terutama dalam memberikan edukasi dan KIE kepada pasien maupun keluarga pasien.

Ia juga mengajak semua pihak untuk turut mendukung upaya pemerintah dalam penanganan COVID-19. Terutama dalam memutus penyebaran virus melalui penerapan pola 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak) dengan benar.

Di sela-sela pelepasan belasan pasien sembuh, Direktur RSU Negara juga memberikan pemahaman dan edukasi agar tetap melaksanakan 3M dimanapun itu. Termasuk menyampaikan secara luas di lingkungan keluarga pasien maupun masyarakat, bahwa penerapan 3M merupakan kunci untuk memutus penyebaran COVID-19. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.