Tangkapan layar peta risiko per 27 September. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Zona risiko COVID-19 secara nasional kembali dievaluasi oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Nasional. Dilihat di covid19.go.id/peta-risiko, hasil evaluasi terbaru tertanggal 27 September sudah dikeluarkan.

Dari data itu, Bali kembali didominasi zona oranye yang artinya risiko sedang. Dari 9 kabupaten/kota yang ada di Bali, 7 diantaranya masuk zona oranye. Sisanya dua adalah zona merah.

Untuk zona oranye, berdasarkan data itu adalah Badung, Jembrana, Klungkung, Bangli, Denpasar, Buleleng, dan Tabanan. Sedangkan dua kabupaten yang masuk zona merah adalah Karangasem dan Gianyar.

Dilihat dari data 20 September, yang masuk zona merah juga ada dua, yaitu Tabanan dan Karangasem. Namun per minggu ini, Tabanan dinilai sudah mengalami penurunan jumlah kasus harian, suspek, meninggal, maupun peningkatan kasus sembuh.

Baca juga:  Jika Terpilih, Ini Cara Rai Mantra Tolak Reklamasi Teluk Benoa

Sementara itu, Gianyar yang seminggu lalu masuk zona oranye kini bergeser ke zona merah. Dari data yang dilansir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, Gianyar merupakan salah satu daerah yang jumlah kasus hariannya cukup tinggi. Juga pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia.

Per Rabu (30/9), Gianyar menduduki peringkat ketiga di Bali dilihat dari kumulatif kasus positifnya. Total ada 1.061 pasien COVID-19 yang ditangani Gianyar selama pandemi berlangsung. Kasus transmisi lokal mendominasi dengan jumlah 1.022 orang, Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) sebanyak 10 orang, dan Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) mencapai 29 orang.

Baca juga:  Hadir di Pertemuan IMF-WB, Ini Pesan Jack Ma untuk Pengusaha

Untuk kasus sembuh, Gianyar mencatatkan sebanyak 814 orang, kasus aktif berjumlah 204 orang, dan korban jiwa mencapai 43 orang. Dilihat dari kumulatif korban jiwa, Gianyar menduduki posisi kedua penyumbang terbanyak setelah Denpasar.

Kabupaten Karangasem, sejauh ini masih ada di zona merah. Kumulatif kasusnya mencapai 789 orang. Dilihat dari sumber penularannya, transmisi lokal sangat mendominasi, yaitu sebanyak 766 orang. PPLN sebanyak 23 orang dan PPDN nihil kasus.

Baca juga:  Sekaa Gong Yowana Wira Bumi di PKB ke-40, Pentaskan Fragmentari Jatuhnya Rsi Bisma

Dilihat dari status pasien, dari 789 orang, sudah sembuh sebanyak 642 orang, kasus aktif 108 orang, dan meninggal 39 orang. Untuk korban jiwa, Karangasem menduduki peringkat ketiga di Bali.

Kumulatif kasus di Bali saat ini mencapai 8.878 orang. Dilihat dari jenis penularannya, transmisi lokal sebanyak 8.486 orang, PPLN 305 orang, dan PPDN 87 orang. Untuk kasus sembuh sebanyak 7.365 orang, kasus aktif sebanyak 1.238 orang, dan meninggal mencapai 275 orang. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.