Tangkapan layar peta sebaran COVID-19 di Tabanan. (BP/kmb)

TABANAN, BALIPOST.com – Lonjakan tambahan kasus positif kembali dilaporkan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan (GTPP) COVID-19 Tabanan, Rabu (30/9).  Sebanyak 22 orang terkonfirmasi positif, salah satunya pelajar usia 13 tahun.

Juru bicara GTPP Tabanan, I Putu Dian Setiawan mengatakan, dari 22 pasien terkonfirmasi positif baru tersebut, ada yang hasil tracing kontak erat dengan pasien positif sebelumnya. Ada pula hasil swab test yang dilakukan secara mandiri oleh perusahaan tempat mereka bekerja, dan dominan pasien suspect jadi konfirmasi.

“Sebagian besar pasien yang terkonfirmasi positif baru ini disertai gejala batuk, demam, pilek, sesak, maupun anosmia,” terangnya.

Baca juga:  Tabanan Jadi Penyumbang Terbanyak Korban Jiwa COVID-19 Harian, Ini Asal Desanya

Ia pun mengungkap sebaran kumulatif kasus per kecamatan. Tiga besarnya adalah Kediri di posisi pertama dengan 187 kasus, Tabanan di posisi kedua dengan 132 kasus, kemudian Kerambitan 74 kasus. Selanjutnya adalah Penebel yang memiliki 52 warga terjangkit.

Sebanyak 22 orang terpapar COVID-19 ini sudah diisolasi RS Semara Ratih sebanyak 2 orang, UPTD RS Nyitdah sebanyak 1 orang, RS Kasih Ibu 1 orang, RS Surya Usadha Ubung 1 orang, BRSUD Tabanan 1 orang, RS PTN Udayana 1 orang, RS Wisma Prashanti 3 orang, Bapelkesmas 3 orang, Guess House 2 orang, Hotel I sebanyak 1 orang, melakukan isolasi mandiri sebanyak 4 orang dan masih dalam penjemputan sebanyak 2 orang.

Baca juga:  Dua Klaster Ini Sebabkan Tambahan Kasus COVID-19 di Tabanan

Pasien tersebut berasal dari Desa Kediri, Desa Perean, Desa Senganan, Desa Timpag, Desa Pejaten sebanyak 3 orang, Desa Samsam sebanyak 2 orang, Desa Abiantuwung, Desa Banjar Anyar sebanyak 3 orang, Desa Bengkel, Desa Gubug sebanyak 2 orang, Desa Denbantas sebanyak 3 orang, Desa Pujungan, Desa Bongan dan Desa Bajera.

Sebagai upaya penekanan angka kasus positif di Tabanan, gugus tugas juga terus melakukan edukasi pada masyarakat, seperti pengawasan dan pembinaan adaptasi kebiasaan baru.

Sebelumnya, dalam rapat bersama Forkompimda, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti juga kembali menekankan agar sosialisasi terkait edukasi protokol kesehatan terus digaungkan. Sehingga masyarakat bersama dengan pemerintah bekerjasama mencegah meluasnya penyebaran virus ini.

Baca juga:  Tambahan 1 Pasien Positif COVID-19 Meninggal di Denpasar, Riwayat Penyakitnya Diungkap

Ia juga mengimbau kepada seluruh jajarannya agar lebih ektra kerja keras untuk menertibkan dan mendisiplinkan serta menyamakan persepsi masyarakat agar pandemi ini tidak meluas. “Artinya ini perlu ditindaklanjuti, apa yang harus lebih diperketat lagi, sehingga masyarakat kita mempunyai kesadaran dari diri mereka sendiri. Sosialisasi kita sangat penting, dari jajaran OPD, dari Camat, Perbekel dan Adat juga harus bekerjasama mewujudkan hal tersebut,” ujarnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.