Museum Semarajaya. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pemerintah daerah terus menyesuaikan diri dalam melaksanakan sejumlah kegiatan, agar tidak melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Seperti pada Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung, mereka berencana tetap menggelar atraksi budaya sebagai upaya pelestarian eksistensi adat dan budaya.

Namun, karena masih dalam situasi pandemi, pelaksanaannya dijamin tidak akan menimbulkan kerumunan. Karena penayangannya akan dilakukan dengan cara live streaming memanfaatkan media sosial.

Berkaitan dengan rencana itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta sudah bertemu dengan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Klungkung, yang baru saja memulai tugas di sana, Ida Bagus Jumpung Gede Oka Wedhana, bersama Kepala UPTD Museum Semarajaya Cokorda Gede Nala Rukmaja. Mereka mematangkan kembali rencana tersebut di Ruang Kerja Bupati Suwirta, Kamis (24/9), guna memastikan pelaksanaannya tetap aman dari ancaman COVID-19.

Baca juga:  Konsep "Mapitulung" di Tengah Pandemi, Ini 4 Model Inisiatifnya

Sebab, sedikit saja terjadi kekeliruan, akan berdampak fatal. Pagelaran atraksi budaya di tengah pandemi COVID-19 ini mengambil tema Menguatkan dan Meningkatkan Eksistensi Adat dan Budaya Melalui Atraksi-Atraksi Budaya Museum Semarajaya.

Jumpung menegaskan, atraksi akan digelar pada 8-12 Oktober nanti di Museum Semarajaya. Masyarakat tak perlu menyaksikannya langsung ke lokasi.

Namun, cukup mengakses live streaming pada Channel YouTube Museum Semarajaya. Sehingga dapat mencegah warga berkerumun yang rentan menjadi sarana penularan.

Baca juga:  Indonesia Diproyeksikan Masuk dalam Negara Pemulihan Ekonomi Tercepat Setelah Tiongkok

Ia menambahkan, jenis kegiatan yang diadakan dalam atraksi budaya tersebut, antara lain Pameran Keris, Belajar Bersama di Museum, Lomba Melukis Wayang Kamasan, Lomba Pakaian Adat ke Pura, Lomba Kendang Tunggal dan Lomba Bapang Barong. Khusus untuk pameran Keris, Lomba Lukis Wayang Kamasan, Lomba Pakaian Adat ke Pura dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi Video Conference.

“Masyarakat dapat menyaksikan semua kegiatan ini melalui Live Streaming Channel Youtube Museum Semarajaya,” ujar Kepala UPTD Museum Semarajaya Cokorda Gede Nala Rukmaja.

Baca juga:  Transmisi Lokal COVID-19 di Klungkung Bertambah, 6 Diantaranya dari Klaster Ini

Bupati Suwirta dalam kesempatan itu sempat memberikan evaluasi dalam pelaksanaannya nanti. Salah satunya, dia menyarankan kepada panitia, khusus untuk kegiatan belajar bersama di Museum Semarajaya, agar bisa membatasi jumlah peserta. Begitu juga dengan lomba Kendang Tunggal dan Lomba Bapang Barong, agar peserta dibatasi, apalagi kalau sampai mengajak penonton. “Dalam melakukan semua kegiatan tersebut, terapkan protokol kesehatan dengan disiplin, jangan sampai ada yang tertular disana,” tegas Bupati Suwirta. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.