Petugas melakukan pemakaman terhadap warga yang hasil tesnya reaktif dengan protokol COVID-19. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Satu pasien yang dirawat di RSU Negara dengan hasil rapid test reaktif asal Pendem meninggal. Jenazah laki-laki umur di atas 50 tahun itu, selanjutnya ditangani mengikuti protokol penanganan COVID-19.

Pasien yang sebelumnya mengalami gejala panas tinggi disertai sesak nafas ini dimakamkan di Setra Desa Adat Pendem, Jumat (18/9) siang. Direktur RSU Negara, dr I Gusti Bagus Oka Parwata, dikonfirmasi membenarkan adanya satu pasien yang hasil rapid tesnya reaktif meninggal di RSU Negara.

Baca juga:  Jenasah Pasien COVID -19 Dikremasi

Karena riwayat dan gejala mengarah COVID-19, penanganan jenazah hingga pemakaman menerapkan protokol penanganan COVID-19. “Pasien ini memang ada penyakit kencing manis. Diantar keluarganya dan kita rawat hanya beberapa jam. Sebelumya dari keterangan sejak tiga hari sempat panas dan batuk pilek serta sesak,” ujarnya.

Selain itu juga, sejak beberapa hari terakhir, istri dari pasien ini juga saat ini sedang menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara setelah terkonfirmasi COVID-19. “Istrinya sebelumnya sudah terkonfirmasi COVID-19,” terang Parwata.

Baca juga:  Sempat Ambil Kebijakan Karantina Mandiri, Jembrana Putuskan Pusatkan Karantina Naker Migran di Lokasi Ini

Namun untuk memastikan, pihak RSU Negara masih menunggu hasil Swab pasien yang meninggal tersebut. Sementara itu, penanganan pemakaman pasien meninggal asal Pendem tersebut dilakukan mengikuti protokol penanganan COVID-19.

Hanya beberapa warga yang berada di areal setra Desa Adat Pendem. Sejumlah perangkat Kelurahan dan Desa Adat juga nampak di sekitar lokasi.

Sedangkan pasien dimakamkan menggunakan peti kayu dan petugas yang melakukan mengenakan APD lengkap. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.