Ilustrasi. (BP/tomik)

TABANAN, BALIPOST.com – Jumlah angka kasus transmisi lokal di kabupaten Tabanan dalam beberapa hari belakangan ini menunjukkan trend peningkatan. Data terbaru yang dilaporkan GTPP COVID-19 Tabanan, Rabu (9/9) ada penambahan terkonfirmasi positif sebanyak 14 orang, meninggal 1 orang dan sembuh 5 orang.

Bahkan dari jumlah kasus baru tersebut, salah satunya lagi-lagi seorang PNS dengan gejala Anosmia.

Ketua Harian GTPP COVID-19 Tabanan, I Gede Susila melalui juru bicaranya Kadiskominfo Tabanan I Putu Dian Setiawan membenarkan adanya lonjakan tambahan kasus transmisi lokal sebanyak 14 orang. Salah satunya seorang PNS di lingkungan Pemkab Tabanan.

Begitupun satu pasien positif dinyatakan meninggal dunia seorang laki-laki usia 54 tahun asal kecamatan Tabanan yang sebelumnya mendapatkan perawatan di RSUP Sanglah dengan penyakit penyerta DM dan gagal ginjal, sehingga yang bersangkutan sebelumnya juga kerap melakukan cuci darah.

Baca juga:  Tunjukkan Gejala, Presiden Bolsonaro Lakukan Tes COVID-19

Sementara untuk kelanjutan swab tes hari kedua dari tracing pasien PNS positif sebelumnya yang awalnya mendaftar sebanyak 62 orang, kembali dilakukan oleh 9 orang yang memilki riwayat kontak erat dengan pasien disertai gejala seperti demam, batuk, pilek ataupun sesak. “Selasa kemarin diikuti 37 orang, hari ini ada 9 orang swab tes, hasilnya masih belum kami ketahui. Untuk sisanya yang merasa ada kontak erat masih kami tunggu untuk diarahkan ke UPTD RS Nyitdah jalani swab tes,” terangnya.

Baca juga:  Lanud Ngurah Rai Gelar Sosialisasi Pola Hidup Sehat

Lebih lanjut disampaikan, terkait dengan tracing kontak erat terhadap pasien positif ini yakni mereka yang memang sempat memilki riwayat komunikasi secara langsung lebih dari 15 menit tanpa menggunakan masker dan dengan jarak kurang dari 1 meter. Serta diikuti dengan munculnya gejala yang mengarah seperti batuk, pilek ataupun demam. “Jika dalam kondisi sehat dan tidak ada riwayat kontak erat seperti diatas dan tanpa gejala, tidak diharuskan untuk melakukan swab tes,” ucapnya.

Meski demikian, gugus tugas selalu menekankan pada masyarakat ditengah lonjakan kasus transmisi lokal belakangan ini agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Disamping pula dihimbau, meski sudah adaptasi kebiasaan baru, namun jangan sampai menciptakan kerumunan seperti pelaksanaan undangan yadnya ataupun piodalan juga tetap menjalankan protokol kesehatan.

Baca juga:  Jualan Salak lewat Medsos

“Meski sudah mulai dikenakan denda bagi mereka yang melanggar, bukan denda Rp 100 ribu yang kami tekankan di sini, melainkan bagaimana agar masyarakat tetap disiplin menggunakan APD seperti masker maupun faceshield untuk melindungi diri sendiri dan keluarga jangan sampai tertular,” sarannya.

Dengan penambahan 14 orang positif per data Rabu, total akumulasi jumlah positif di kabupaten Tabanan kini mencapai 353 orang, dalam perawatan 88 orang, sembuh 256 orang, meninggal 9 orang. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.