Polisi melakukan olah TKP terkait kasus penikaman. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Aksi nekat dilakukan Diky Ardiansyah alias Diky. Ia nekat menikam mata kiri rekan kerjanya Agung Wicaksono pada Senin (7/9) malam.

Beruntung mata kiri korban berusia 29 tahun itu tidak sampai buta, namun mengalami luka jahit dan kerusakan pada kornea. Kini pelaku 28 tahun asal Bandung Jawa Barat ini sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Ubud pada Rabu (9/9).

Informasi dihimpun antara korban dan pelaku memang sama-sama bekerja pada salah satu cafe di Kelurahan Ubud. Nah awalnya korban Agung meminta hp milik cafe yang selama ini dibawa pelaku Diky pada Senin malam sekitar pukul 23.00 wita.

Diketahui kala itu korban Agung meminta hp tersebut dengan nada tinggi, Dicky pun lantas menyerahkan Hp tersebut. Namun tidak berhenti sampai disitu, Agung lantas melepas SIM card milik Diky dari hp itu, lantas SIM card tersebut dilempar ke arah pelaku yang penuh tatto ini.

Baca juga:  Daftar 50 RUU Prolegnas Prioritas Disahkan, RUU Provinsi Bali Tak Masuk

Diduga perlakuan ini lah yang membuat Diky tersinggung, sampai ia akhirnya menantang korban untuk berduel. Mereka akhirnya sepakat mencari tempat untuk berduel. Nah sebelum berduel Diky mengambil pisau didapur, kemudian disimpan pada kantong jaket sebelah kanan.

Pelaku dan korban pun langsung mencari tempat berduel dengan naik motor masing-masing. Sampai tiba di Jalan Raya Lodtunduh, Desa Lodtunduh, Agung pun berhenti di pinggir jalan, lantas menghampiri Diky untuk minta maaf.

Baca juga:  Anggota Buser Polsek Ubud Ditebas Lehernya

Namun Diky yang terlanjur geram, mengabaikan permintaan maaf itu, bahkan pelaku langsung mengeluarkan pisau, dan diarahkan ke arah mata kiri korban.

Akibat satu tikaman itu, langsung membuat Agung jatuh, dengan darah yang bercucuran dari bagian matanya. Agung yang berteriak minta tolong pun, mengejutkan warga seputaran lokasi tersebut. Sementara Diky lantas berupaya melarikan diri dengan sepeda motornya. Korban Agung kantas dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kapolsek Ubud AKP I Gede Sudyatmaja dikonfirmasi Rabu kemarin membenarkan adanya kejadian itu. Dikatakan korban Agung sduah mendapat perawatan, beruntung mata kiri korban tidak sampai buta, setelah ditikam dengan pisau stenles itu. “Tidak sampai buta, hanya dijahit dan ada kerusakan pada kornea,” katanya.

Baca juga:  Warga Tiongkok Curi Keris Pusaka 

Nah Selasa siang sekitar pukul 12.00 wita tim lidik Polsek Ubud mendapat informasi bahwa yang diduga pelaku berada di Desa Singakerta. Tidak mau kehilangan buruan, polisi langsung menangkap pelaku, lantas digiring ke Mapolsek Ubud. “Pelaku sudah kita tahan di sel, hanya polisi masih mencari barang bukti pisau, yang kemarin dibuang pada parit seputaran lokasi kejadian,” katanya.

Disinggung terkait motif kejadian ini, Kapolsek Ubud mengatakan motif pelaku melakukan aksi penusukan lantaran tersinggung terhadap korban. Selain itu diketahui mereka memang cukup lama tidak ada kecocokan “Motifnya adalah pelaku merasa tersinggung karena dibentak oleh korban saat disuruh mengembalikan handphone milik tempatnya bekerja,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.