Ketua Umum Pengprov PABSI Bali Wayan Bun ‘Obit’ Setiady (kiri) bersama Ketua Umum PP PABSI Rosan P. Roeslani. (BP/Ist)

GIANYAR, BALIPOST.com – Sebelumnya, PABBSI merupakan kepanjangan dari Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia. Akan tetapi, kini berdiri sendiri dan dibagi menjadi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI), kemudian Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi), dan Perkumpulan Binaraga Fitnes Indonesia (PBFI).

Untuk kepengurusan Pengprov PABBSI Bali diketuai IGN Susrama P. Selanjutnya, diselenggarakan Musprov di KONI Bali pada Jum’at (21/8). Hasil Musprov memutuskan IGN. Susrama menjabat Ketua Pengprov PBFI Bali masa bakti 2020 – 2024. Sementara, Ketua Umum Pengprov Pabersi Komang Suantara, sedangkan Ketua Umum Pengprov PABSI I Wayan Bun Setiady, yang akan disapa Obit.

Baca juga:  Segini, Jumlah Pasien Sempat Kontak dengan Dokter Spesialis Jantung Positif COVID-19 di RSUD Klungkung

Obit, di Gianyar, Kamis (27/8) menuturkan, ketika Pengprov PABBSI dulu memiliki tujuh Pengkab dan Pengkot kepengurusan di kabupaten dan kota se-Bali. Ketujuh daerah adalah Denpasar, Badung, Buleleng, Jembrana, Gianyar dan Tabanan. Sedangkan, Karangasem dan Bangli belum terbentuk.

Obit menerangkan, ketiga Pengprov cabor baru yakni PABSI, Pabersi dan PBFI akan menyusun kabinet kepengurusan. Namun, untuk pelantikan menunggu pengesahan ketiga cabor baru ini di bawah naungan KONI Bali. “Untuk pengesahan tiga Pengprov cabor baru ini, baru dilaksanakan pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Bali, yang rencananya digelar pada Februari 2021,” ujarnya.

Baca juga:  Gianyar Incar Juara III di Porprov Bali

Selanjutnya, jika ketiga cabor baru diakui KONI Bali, maka akan mengagendakan jadwal pelantikan dari pengurus pusat. Saat ini Ketua Umum PP PABSI Rosan P. Roeslani, sedangkan Ketua Umum PP PBFI Irwan Alwi. Obit mempunyai program jangka pendek, agar cabor angkat besi resmi dipertandingkan pada Porprov Bali XV di Badung 2022.

Caranya, Obit harus minimal merangkul lima kabupaten dan kota, sebagai syarat cabor yang dipertandingkan. Sementara, untuk program jangka panjang, Obit berobsesi agar angkat besi dipertandingkan di ajang Porjar. Di ajang PON Papua, Bali meloloskan seorang atlet angkat besi Ketut ‘Banat’ Ariana, yang dilatih mantan lifter Bali, Joko Honggono. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.