SURABAYA, BALIPOST.com – Satu lagi tenaga medis di Jawa Timur meninggal dunia diduga terjangkit virus COVID-19. Kali ini giliran seorang perawat relawan corona yang sehari-hari bertugas di ruang isolasi khusus RSUD Dokter Soetomo Surabaya yang wafat.

Ade Satria, perawat relawan COVID-19 ini wafat diduga karena terjangkit penyakit mematikan ini. Perawat berusia 23 tahun ini bertugas di ruang isolasi khusus RSUD Dr. Soetomo yang setiap harinya menangani pasien COVID-19.

Baca juga:  Pemprov Jatim Cabut Izin Sholat Idul Fitri di Masjid Al Akbar

RS melakukan dua kali tes swab terhadap perawat ini. Saat swab pertama hasilnya negatif, sedangkan swab kedua masih belum diketahui.

Almarhumah sendiri mempunyai riwayat sakit hipertensi dan sebelum meninggal, sempat mengalami diare. Karena itu, pihak keluarga tidak yakin Ade terpapapar COVID-19.

Sementara itu, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Timur, Prof. Nursalam merasa prihatin dengan bertambahnya jumlah perawat yang meninggal akibat COVID-19.

Baca juga:  Dibangun, 8 Destinasi Digital Vegetarian

Jenazah Ade dibawa ke kampung halamannya di Caruban, Madiun, Jawa Timur untuk dimakamkan dengan protokol kesehatan. Sementara, meninggalnya perawat Ade Satria menambah jumlah perawat di Surabaya yang wafat menjadi sembilan orang, dari total 22 yang meninggal dunia di Jatim. Sedangkan jumlah
perawat yang positif COVID-19 hingga kini mencapai 781 orang. (Feri Saputra/Surabaya TV)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.