Ilustrasi. (BP/tomik)

BANGLI, BALIPOST.com – Ruang Isolasi yang dimiliki RSU Bangli untuk merawat pasien positif COVID-19 kini sudah penuh. Pihak RSU Bangli terancam kekurangan ruang isolasi terstandar lantaran ada sejumlah pasien yang masih menunggu hasil swab.

Direktur RSU Bangli dr. Nyoman Arsana didampingi Wadir Pelayanan RSU Bangli dr. Ni Wayan Ari Susanti Jumat (21/8) menjelaskan, RSU Bangli saat ini memiliki dua ruang isolasi yang telah terstandar. Yakni ruang rawat inap isolasi dengan kapasitas enam bed dan di ruang poliklinik isolasi dua bed.

Selain itu, RSU Bangli juga telah mengkondisikan ruang utama untuk merawat pasien yang hasil rapid tesnya reaktif dengan kapasitas 10 bed. Per Jumat, disebutkan jumlah pasien terkonfirmasi positif yang dirawat ada 9 orang.

Baca juga:  Dampak Corona, Pemkab Tabanan Turunkan Target PAD

Sehingga dengan demikian semua bed di ruang isolasi baik di ruang rawat inap maupun ruang poliklinik sudah penuh. Sementara ruang utama yang dikondisikan untuk merawat pasien suspek, sudah terisi tiga orang dan sekarang masih menunggu hasil swab.

Jika nantinya hasil swab mereka positif, maka dipastikan RSU Bangli akan kekurangan tempat ruang isolasi yang standar. Untuk mengantisipasi hal itu, kata Arsana mengaku pihaknya sekarang sedang mengusahakan penambahan ruang isolasi untuk pasien positif Covid. Dia menyebutkan masih terdapat satu ruang yang bisa dimanfaatkan untuk merawat pasien posiitf. Kapasitasnya 7 bed. “Sekarang sedang diusahakan,” terangnya.

Baca juga:  Gianyar "Rumahkan" Seluruh Pelajar, Diingatkan Dua Hal Ini

Dikatakannya bahwa pihaknya saat ini sudah tidak memungkinkan lagi merujuk pasien terkonfirmasi positif COVID-19 ke rumah sakit lain. Sebab hampir seluruh rumah sakit yang ada di Bali, juga mengalami kondisi yang sama. Dimana kapasitas yang dimiliki untuk merawat pasien positif COVID-19 sudah penuh.

Selain kekurangan ruang isolasi, RSU Bangli juga mengalami kendala kekurangan tenaga kesehatan untuk merawat pasien COVID-19. Ada 8 tenaga kesehatan RSU Bangli yang terjangkit dan saat ini harus menjalani karantina mandiri.

Terkait hal itu, Arsana mengaku pihaknya saat ini hanya bisa mengoptimalkan tenaga yang ada.

Baca juga:  Harkulnas GoFood 2020, Mitra di Bali Alami Rerata Kenaikan Omzet Belasan Persen

Ditambahkan dr. Ari bahwa RSU Bangli hanya merawat pasien COVID-19 yang memiliki gejala sedang hingga berat. Sedangkan pasien terkonfirmasi positif tanpa gejala, menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Rata-rata lama pasien positif COVID-19 yang dirawat di RSU Bangli mencapai 10 hari.

Sesuai ketentuan terbaru apabila pasien positif COVID-19 telah menunjukkan gejala membaik, bisa dipulangkan tanpa harus menunggu hasil swab negatif. Namun pasien itu diwajibkan tetap melanjutkan isolasi mandiri di rumah dan menjalankan protocol COVID-19. Pengawasannya dilakukan Satgas desa dan Dinas Kesehatan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.