Luhut B. Panjaitan. (BP/iah)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus varian Omicron yang terdeteksi di Indonesia mencapai 152 orang. Dari keseluruhan kasus itu, sudah ada transmisi lokal yang dikonfirmasi dengan dua kasus terbaru dari Surabaya, Jawa Timur.

Meski kasus Omicron sudah terdeteksi mengalami transmisi lokal, jangka waktu karantina justru dipangkas. Dikatakan Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Kemaritiman, Luhut B. Panjaitan, Senin (3/12/2022), karantina akan dipersingkat dari 14 hari menjadi 10 hari dan yang sebelumnya 10 hari menjadi 7 hari. “Tadi diputuskan, karantina yang 14 hari menjadi 10 hari dan yang 10 hari menjadi 7 hari,” ungkapnya dalam keterangan pers virtual usai mengikuti rapat terbatas dipantau di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga:  Potensi Pasar Game Capai Puluhan Trilliun

Mengenai kasus Omicron, ia mengatakan saat ini sudah terdeteksi di 132 negara dan Indonesia masuk di ranking 40 dilihat dari jumlah kasusnya. “Jadi kasus Omicron di Indonesia sekarang ada 152 kasus. Yang sudah sembuh 23 persen dari situ. Angka ini memang masih kita lihat cukup baik dibandingkan yang lain,” ujar Koordinator PPKM Jawa-Bali ini.

Ia juga menegaskan kesiapan dalam menghadapi Omicron sudah sangat terkendali. Namun, ia tetap mengingatkan agar berhati-hati, mulai dari vaksinasi terus digencarkan, obat-obatan, rumah sakit, dan semua yang diperlukan untuk penanganan Omicron sudah disiapkan. “Jadi, jauh lebih siap, saya ulangi jauh lebih siap dari kejadian pada Juni tahun lalu,” tegasnya.

Baca juga:  Kembali, Presiden Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Pasar Badung

Disampaikannya dokter juga lebih siap. Penerimaan karantina hingga sekarang jauh lebih siap. “Kita tidak bisa memberikan diskresi-diskresi kebanyakan lagi, karena kita hanya mengacu pada Instruksi Mendagri yang ada saja. Karena kalau tidak, tadi Presiden mengingatkan kita, nanti kita tidak disiplin,” ujar Luhut.

Kunci melonjaknya kasus Omicron di dunia ini, menurut Luhut, karena tidak disiplin. “(Tidak) Disiplin memakai masker, vaksin, mencuci tangan dan seterusnya. Kata kunci adalah disiplin,” tegasnya.

Baca juga:  Tidak Semua Punya Kajian dan Peta Risiko Bencana

Ia mengklaim Indonesia lebih baik penanganan kasus Omicron-nya dibandingkan India misalnya, karena lebih disiplin memakai masker. Selain itu, pemantauan yang dilakukan secara rutin, misalnya tiap Senin, Presiden Joko Widodo melakukan ratas evaluasi, disebutnya tidak terjadi di hampir banyak negara di dunia. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN