Suasana RSUD Wangaya, Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Meski belum ada terdeteksi di Indonesia, antisipasi terhadap virus Nipah sudah dilakukan di Kota Denpasar. Mulai dari surat edaran (SE) yang dikeluaskan dari Dinas Kesehatan (Diskes) terkait kewaspadaan terhadap penyakit atau virus Nipah hingga kesiapan ruang isolasi di RSUD Wangaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Anak Agung Ayu Agung Candrawati saat diwawancarai, Jumat (6/2), mengatakan, hingga saat ini belum ada laporan kasus virus Nipah di wilayah Kota Denpasar.

Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap melakukan langkah antisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan melalui optimalisasi peran surveilans penyakit berpotensi wabah menggunakan aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

“Aplikasi SKDR akan memberikan alarm apabila terjadi peningkatan kasus suspek atau kasus akibat virus Nipah,” jelasnya.

Baca juga:  RSUD Karangasem akan Batasi Jam Besuk dan Penunggu Pasien

Candrawati menambahkan, apabila ditemukan kasus, pasien akan dirawat di ruang isolasi yang telah disiapkan. Saat ini, RSUD Wangaya menyediakan enam tempat tidur di ruang isolasi untuk penanganan pasien.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Denpasar juga telah menerbitkan Surat Edaran Dinas Kesehatan Kota Denpasar Nomor B/400.7.7.1/1/Dikes tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah dan meminta seluruh rumah sakit dan klinik di Kota Denpasar menyiapkan ruang isolasi. Hal tersebut merupakan bagian dari persyaratan standar pelayanan fasilitas kesehatan. “Pada prinsipnya, seluruh rumah sakit wajib memiliki ruang isolasi sebagai salah satu syarat pelayanan,” terangnya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Wangaya, dr I Wayan Edy Wirawan mengatakan, terkai kewaspadaan dan penanganan orang yang terjangkit Nipah, RSUD Wangaya telah menyiapkan ruang isolasi bertekanan negatif yang mencegah penularan melalui udara. Dalam ruang isolasi tersebut, pasien diwajibkan menggunakan masker, sementara tenaga medis dilengkapi alat pelindung diri (APD) sesuai standar pelayanan kesehatan.

Baca juga:  Sidang Korupsi LPD Yangbatu, Terdakwa Sempat Lunasi Sejumlah Kredit Macet

Saat ini, RSUD Wangaya memiliki dua kategori ruang isolasi. Pertama, ruang isolasi nonventilator dengan kapasitas enam tempat tidur yang diperuntukkan bagi pasien yang masih dapat bernapas secara mandiri. Kedua, ruang isolasi dengan ventilator, juga berkapasitas enam tempat tidur, untuk pasien dengan kondisi sesak napas yang memerlukan bantuan alat pernapasan.

“Jika pasien mengalami sesak napas, akan langsung dikonsultasikan dengan dokter spesialis, termasuk dokter spesialis paru. Penanganan disesuaikan dengan gejala dan kondisi klinis pasien,” tambah dr Edy.

Baca juga:  Di Jembrana, Sebulan Lebih Dirawat Tes Swabnya Masih Positif COVID-19

Dikatakannya, rumah sakit milik Pemerintah Kota Denpasar itu juga telah memiliki prosedur penanganan apabila ditemukan pasien dengan kecurigaan terinfeksi virus Nipah yang memerlukan isolasi ketat.

Ia menjelaskan, pasien dengan kecurigaan virus Nipah harus menjalani pemeriksaan laboratorium terlebih dahulu. Namun, karena pemeriksaan spesifik virus Nipah belum tersedia di RSUD Wangaya, pasien akan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dia menegaskan, hingga saat ini belum ada pasien yang dicurigai terinfeksi Nipah di RSUD Wangaya. Meski demikian, pihak rumah sakit tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat gejala virus Nipah memiliki kemiripan dengan infeksi saluran pernapasan berat lainnya. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN