Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster menyerahkan masker kepada Sekretaris PKK Provinsi Bali dan Perwakilan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) untuk dibagikan kepada masyarakat. (BP/rin)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Ni Putu Putri Suastini Koster melepas anggota PKK berkolaborasi dengan Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) untuk membagikan masker kepada masyarakat di Wantilan Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Senin (17/8). Ada sekitar 100.000 masker yang disiapkan, dan secara simbolis langsung dibagikan ke Panti Asuhan Tat Twam Asi, Denpasar.

Kegiatan ini mendukung Gerakan Bersama Pakai Masker (Gebrak Masker) se-Indonesia. “Dimana saja ada kesempatan untuk kita berbagi, ya kita berbagi. Ibu ke Panti Asuhan, nanti ibu PKK yang lain ke tempat yang lebih umum. Misalnya ke pasar, dan ini terus akan kita lakukan dimana saja,” ujar Putri Suastini.

Baca juga:  Warga Dili Dideportasi Imigrasi

Putri Suastini mengimbau pengurus dan anggota PKK agar selalu sedia masker lebih di tasnya. Bila bertemu masyarakat yang tidak mengenakan masker, maka masker itu bisa diberikan kepada mereka.

Akan tetapi, PKK hanya memberikan contoh di awal karena berikutnya harus mampu mengajak masyarakat agar mandiri masker. Kecuali bila masyarakat itu benar-benar membutuhkan sekali, maka harus dibantu dengan menumbuhkan gotong royong.

“Karena ini akan terus berlanjut, Ibu tidak ingin memanjakan masyarakat. Karena masker kebutuhan pribadi, yuk masker mandiri untuk masyarakat Bali. Penuhi kebutuhan itu, sehingga UMKM bangkit, pakai masker buatan Bali. Kita bisa tampil cantik dan tetap sehat karena masker di Bali keren-keren,” jelasnya.

Baca juga:  Tidak Pakai Masker, Ini Sanksinya

Berkaitan dengan Gebrak Masker Se-Indonesia, Ketua Umum TP PKK Pusat, Ny. Tri Tito Karnavian via aplikasi zoom mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga agar tidak tertular dan menurunkan tingkat penularan COVID-19. Mengingat, masih banyak masyarakat belum mengerti dan meremehkan pentingnya penerapan protokol kesehatan seperti memakai masker.

“Sulitnya adalah mensosialisasikan agar masker itu bisa dipakai oleh yang diberi dan mengerti arti pentingnya masker itu,” ujarnya.

Baca juga:  ‘’Krama Istri’’ Berperan Cegah Penyebaran COVID-19

Menurut Tri, masyarakat enggan memakai masker dengan alasan tidak enak dipakai atau merasa tidak nyaman. Selain itu, ada pula yang menganggap dirinya aman dari penularan COVID-19.

Jadi, upaya sosialisasi mengenai protokol kesehatan sangat penting dan harus dilakukan terus menerus. “Kita harus mempunyai konsep yang jelas bagaimana agar masyarakat mau memakai masker,” jelasnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.