Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, melanjutkan Aksi Sosial “Menyapa dan Berbagi”, di Kota Denpasar, Senin (7/8). (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Setelah sebelumnya turun secara estafet di tujuh kabupaten, kini TP PKK Provinsi Bali yang diketuai Ny. Putri Suastini Koster, melanjutkan aksi sosial di Kota Denpasar. Aksi sosial bertajuk “Menyapa dan Berbagi” digelar di empat lokasi, Senin (7/8).

Yaitu, di Desa Adat Taman Poh Manis Kecamatan Denpasar Timur, di Desa Peguyangan Kaja Kecamatan Denpasar Utara, di Desa Padangsambian Kecamatan Denpasar Barat dan berakhir di Banjar Kaja, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan. Kegiatan ini merupakan sinergi TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kota Denpasar, didukung OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, Pemkot Denpasar dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Bali.

Di setiap lokasi, Ny. Putri Suastini Koster menyerahkan bantuan kepada 50 warga sasaran. Bantuan yang diserahkan berupa 1 ton beras, 50 krat telur 80 kotak susu untuk balita, 80 kotak susu untuk lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas dan Kader PKK.

Selain itu, diserahkan pula bantuan berupa bibit tanaman produktif dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali, bantuan bibit ayam beserta pakan dan bibit sayur mayur dari Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Provinsi Bali, paket makanan tambahan dan susu dari Dinas Kesehatan dan IBI Provinsi Bali.

Khusus di lokasi pertama, yaitu Desa Adat Taman Poh Manis, kegiatan aksi sosial dihadiri Ketua Dewan Penasehat Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI), Ny. Ririn Perry Warjiyo yang menyerahkan bantuan sosial untuk masyarakat Desa Penatih yang diterima secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara.

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menjelaskan, aksi sosial ini merupakan salah satu program TP PKK Provinsi Bali. Secara garis besar, kegiatan TP PKK Bali dibagi menjadi 2, yaitu sosialisasi dan aksi sosial. Melalui aksi sosial ini, TP PKK Bali menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan. “Ini bagian dari kegiatan sosial, selain itu kita juga punya aksi berbakti dan berbagi serta berbelanja dan berbagi,” ujar Ny. Putri Suastini Koster.

Selain aksi sosial, sebagai partner pemerintah, TP PKK Bali juga konsen menyosialisasikan program pembangunan yang tengah dilaksanakan oleh Pemprov Bali. Sosialisasi ini bertujuan untuk menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah.

Baca juga:  Transportasi Publik di Bali di Ambang Kematian

Dijelaskan, Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster telah menjalankan berbagai program yang dipayungi regulasi. Seperti, Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Gubernur (Pergub), hingga Surat Edaran (SE). “Program pembangunan dan regulasi dikeluarkan oleh Pemprov, dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten/kota hingga jenjang paling bawah dan membutuhkan dukungan dari masyarakat luas,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, secara khusus Ny. Putri Koster menyosialisasikan Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. Regulasi ini telah diturunkan dalam Instruksi Gubernur Bali Nomor 8324 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/kelurahan Dan Desa Adat. Ia berharap, Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh masyarakatnya mendukung implementasi kebijakan ini.

Berikutnya, perempuan yang dikenal memiliki multi talenta di bidang seni ini menyinggung tentang program pengurangan sampah plastik sebagaimana diatur dalam Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Regulasi ini menekankan pentingnya upaya serius dalam mengurangi atau bahkan meniadakan penggunaan plastik sekali pakai.

Karena bahan ini sangat sulit terurai dan menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Bahkan, arangan penggunaan plastik dan styrofoam sudah ada Pergubnya. Regulasi ini dikeluarkan dengan tujuan yang sangat baik yaitu untuk menyelamatkan bumi kita. Sebab, plastik sangat sulit terurai, khususnya di dalam tanah. Jika penggunaannya tidak dibatasi, dikhawatirkan tanah akan penuh plastik sehingga tak bisa lagi dimanfaatkan untuk bercocok tanam.

Lebih lanjut, pendamping orang nomor satu ini memberi penekanan pada upaya pencegahan stunting. Menurutnya, stunting harus dicegah sedini mungkin karena berdampak pada masa depan generasi penerus.

Pencegahan stunting mesti dilakukan sedini mungkin. Mulai dari calon ibu memasuki usia remaja. Selain memperhatikan asupan gizi, orang tua diminta memperhatikan kebiasaan remaja putri. Selain itu, stunting juga bisa dicegah dengan memperhatikan asupan gizi pada ibu hamil. Ia bersyukur karena daerah Bali saat ini menyisakan angka stunting terkecil di Indonesia.

Aksi sosial kali ini juga diisi dengan sosialisasi dan pemberian edukasi dari sejumlah pimpinan OPD. Kadis Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom memberi edukasi tentang cara pencegahan penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia, seperti rabies dan Meningitis Streptococcus Suis (MSS). Terkait rabies, ia menyampaikan tatalaksana penanganan gigitan anjing.

Baca juga:  Rencana Perda PLP2B Disambut Positif DPRD Klungkung

Ia menyarankan, begitu tergigit anjing atau hewan berdarah panas lain, pertolongan pertama yang harus dilakukan adalah mencuci luka di air mengalir menggunakan sabun selama 10-15 menit. Setelah itu, korban gigitan harus segera memeriksakan diri ke pusat layanan kesehatan terdekat. “Gejala awal rabies adalah demam, namun gejala yang mematikan baru muncul dua bulan kemudian. Korban gigitan akan berperilaku seperti anjing gila dan jika sampai sudah muncul gejala itu maka sudah sangat-sangat berbahaya. Saya sarankan tetap waspada, sekecil apapun gigitannya segera periksakan ke pusat kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya,” bebernya.

Masih dalam arahannya, Kadiskes juga menginformasikan penyakit yang belakangan ditemukan di Bali, yaitu Meningitis Streptococcus Suis (MSS). Kemunculan penyakit ini cukup meresahkan karena ditularkan melalui daging babi yang mengandung bakteri streptococcus. Agar tak tertular MMS, ia mewanti-wanti masyarakat agar lebih selektif dalam mengkonsumsi olahan daging babi. Masyarakat juga diingatkan memasak daging hingga matang sempurna. Masih terkait antisipasi penyebaran MMS, ia juga menyinggung pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap peternak. “Pencegahannya harus dilakukan dari hulu hingga hilir,” tegasnya.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada memberi pemahaman tentang program ketahanan pangan. Ia menyarankan warga Kota Denpasar agar memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami tumbuhan yang bermanfaat sebagai pangan seperti ketela, singkong, cabai, sayur mayur dan lainnya. Pada kesempatan itu, Kadistanpangan Bali juga menginformasikan keberhasilan Gubernur Koster dalam mengembangkan bibit bunga Gemitir Bali Sudamala yang memiliki 5 jenis warna, yaitu merah, putih, emas, kuning dan orange. Selain mampu menciptakan warna baru, pengembangan Gemitir Bali Sudamala ini juga bertujuan untuk memutus ketergantungan petani terhadap bibit import yang harganya sangat mahal. “Setelah melalui tahapan uji coba, besok kita akan launching dengan membagikan 10 ribu bibit yang akan ditanam pada lahan percontohan di seluruh kabupaten/kota,” terangnya.

Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Teja menyosialisasikan Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Menurut dia, dua regulasi itu sangat penting mendapat perhatian di wilayah perkotaan karena kepadatan penduduk yang berimplikasi pada tingginya produksi sampah. Masih terkait dengan pelestarian lingkungan, Made Teja menyinggung pentingnya perlindungan sumber mata air yang telah dipayungi regulasi, yaitu Pergub Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut.

Baca juga:  Pramusti Bali Gelar Konser Amal Online "Menabur Kasih"

Ketua IBI Bali, Luh Putu Sekarini menyosialisasikan langkah-langkah pencegahan stunting melalui upaya pemberian perhatian pada remaja putri. Remaja putri harus menjaga pola makan, bila perlu ditambah tablet tambah darah. Tahap krusial selanjutnya adalah masa kehamilan, yang disebut 1.000 hari awal kehidupan. Asupan gizi yang cukup juga sangat dibutuhkan ketika bayi lahir. Menurutnya, kecukupan asupan gizi bayi bisa dipenuhi dengan pemberian ASI eksklusif.

Sementara itu, Direktur RS Mata Bali Mandara Provinsi Bali, dr. Ni Made Yuniti memberikan edukasi tentang pentingnya merawat mata yang merupakan bagian dari panca indra yang sangat penting. Untuk menjaga mata tetap sehat, ia menyarankan masyarakat mengkonsumsi makanan sehat, rajin berolahraga dan bagi yang sudah berumur 40 tahun ke atas wajib melakukan pemeriksaan mata. Lebih dari itu, masyarakat diharapkan bijak dalam penggunaan piranti gadget karena pancaran radiasinya dapat mengganggu kesehatan mata. Menurutnya, radiasi gadget tak hanya merusak mata, tapi juga bisa mempengaruhi saraf otak.

Kadis Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Bali, Putu Anom Agustina memberi edukasi tentang tertib administrasi kependudukan. Sedangkan Kadis Pemajuan Masyarakat Adat (PMA) Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Saputra dalam paparannya menegaskan komitmen Gubernur Koster dalam penguatan serta pemajuan adat, tradisi dan budaya. Komitmen itu dibuktikan dengan pemberian bantuan kepada desa adat. Selain itu, Gubernur juga telah menuntaskan pembangunan kantor Majelis Desa Adat (MDA) di seluruh kabupaten/kota lengkap dengan dukungan sarana dan prasarananya. Menurutnya ini merupakan langkah penting dalam upaya pemuliaan alam, krama dan budaya Bali.

Kegiatan aksi sosial TP PKK Provinsi Bali juga dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar Sagung Antari Jaya Negara, Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Widnyani Wiradana dan sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN