Wisman berada di salah satu restoran di Ubud. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Komponen pariwisata kini tengah melakukan persiapan matang, dalam menyambut dibukanya kembali pariwisata Bali untuk tamu mancanegara. Rencananya Bali dibuka untuk Wisman pada 11 September.

Marketing Manager The Mansion Resort and Spa Ubud, Angga Setiawan, dalam wawancara khusus Balipost Talk belum lama ini, mengatakan beberapa bulan pascatutupnya pariwisata akibat pandemi, telah diakukan sejumlah pembenahan. Khususnya pembenahan terkait protokol kesehatan. “Kita sudah berbenah dan persiapan event dengan partner,” katanya.

Dikatakan berbagai persiapan itu dilakukan sembari memantapkan kelengkapan sertifikasi yang sudah diajukan ke pemerintah. Jadwal sertifikasi pun sudah diagendakan dalam waktu dekat. “Untuk sertifikasi kita tinggal meningkatkan dan wujud komitmen kami mendukung program pemerintah dan menjaga pariwisata. Setelah itu segera kita akan buka kembali,” katanya.

Baca juga:  Dipercepat, Perbaikan Infrastruktur Ubud

Terkait wisatawan yang membooking, dikatakan sudah banyak. Bahkan sudah ada yang berencana melanjutkan kegiatan sesuai kerjasama.

Meski demikian, diakui masih banyak wisatawan yang menunggu perkembangan pandemi. “Untuk geliat pariwisata selama masih ada orang berpenghasilan, mereka sangat membutuhkan pariwisata, apalagi Ubud nilainya tinggi. Kalau dibuka masih banyak wisatawan mau datang ke Ubud, kita tinggal tunggu virus ini segera bisa diatasi, penanganan bisa dipermudah dan kita yakin Bali akan bangkit,” ujarnya.

Baca juga:  Per 1 Januari Diberlakukan, Tim Gabungan Mulai Sosialisasi Penertiban Parkir di Ubud

Dikatakan sebelum pandemi COVID-19, 80 persen wisatawan yang menginap ialah mancanegara. Mereka didominasi Eropa.

Sementara untuk domestik kerap ramai saat akhir tahun. “Karena setiap akhir tahun kami membuat event besar, kita konsepnya festival,” lanjutnya.

Ditambahkan dalam membangun pariwisata dibutuhkan sinergitas berbagai komponen. Pihaknya sendiri selama ini telah bekerjasama dengan petani lokal. “Bahkan sebelum pandemi, kita buka pasar tradisional mensupport petani lokal menjual produk pada stand di depan. Yang membeli bukan hanya tamu menginap, tapi tamu luar juga. Kita juga kerjasama dengan komunitas petani dan produknya ditampung di sini, produknya dipajang di depan, wisatawan di Ubud bisa datang dan rata-rata tamu antusias dangan produk lokal,” ujar Angga. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.