Ilustrasi kegiatan vaksinasi antirabies. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Kasus rabies di Kabupaten Gianyar mengalami penurunan sepanjang 2020 ini. Dibandingkan 2019 lalu yang mencatat 21 kasus anjing rabies, sepanjang tahun ini hingga awal Juli justru hanya tercatat temuan 4 kasus anjing rabies. Diduga kondisi ini karena pemilik anjing mulai banyak yang rutin melakukan perawatan hingga vaksinasi.

Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Fetrinear (Keswan Kesmas Fet) Dinas Pertanian Gianyar, I Made Santi Arka Wijaya mengungkapkan penurunan kasus rabies pada 2020 ini. Diungkapkan kasus positif rabies tahun ini hanya ditemukan dari Januari hingga Maret. “Kasus positif rabies dari Januari sampai maret 2020 sebanyak 4 ekor dan sampai bulan ini belum ada penambahan kasus positif, ” bebernya saat dikonfirmasi Rabu (15/7).

Baca juga:  Belasan Duktang Tanpa SKTS Terjaring Operasi

Sementara tahun sebelumnya kasus anjing positif rabies di Kabupaten Gianyar terbilang cukup tinggi, yakni 21 kasus positif pada 2019 lalu. Meski tahun ini mengalami penurunan pihaknya tetap melakukan vaksinasi dan sosialisasi. “Langkah kedepan tetap vaksinasi rabies dan sosialisasi serta eliminasi selektif, ” katanya.

Sementara itu Kepala UPTD Keswan III Kabupaten Gianyar, drh. Nyoman Arya Dharma juga mengungkapkan Kasus rabies di wilayah binaan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah III Kabupaten Gianyar menurun. Itu dikarenakan pemilik hewan khususnya anjing mulai sadar untuk memvaksin peliharaannya.

Baca juga:  Vaksinasi HPR di Tabanan Baru Terealisasi 50 Persen dari Target

Disampaikan selama dua bulan terakhir ini kasus rabies di UPTD Puskeswan Wilayah III menurun, yang terdiri atas tiga kecamatan. “Di wilayah binaan kami di tiga kecamatan yaitu Blahbatuh, Sukawati, dan Gianyar mengalami penurunan. Hal itu terjadi karena semakin sadarnya masyarakat dalam pemeliharaan anjing,” jelasnya.

Kesadaran masyarakat yang dimaksudkan salah satunya adalah memberikan perhatian kepada peliharaan mereka, mulai dari kebersihan, kesehatan hingga pertumbuhannya. Sehingga makin berkurangnya juga dengan peliharaan anjing liar atau yang ditelantarkan oleh pemiliknya. “Semakin sadarnya itu salah satu untuk divaksin dan kesehatan anjing itu sendiri,” tandasnya. (Manik Astajaya/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.