SEMAWANG - Suasana Pantai Semawang, Denpasar yang masih sepi pengunjung. Sejumlah objek wisata di Denpasar pada 9 Juli ini belum akan dibuka penuh untuk kunjungan wisatawan, mengingat angka paparan covid-19 di kota ini masih cukup tinggi. (foto/eka adhiyasa)

DENPASAR, BALIPOST.com – New normal di Bali secara bertahap di mulai Kamis (9/7). Akses ke ruang publik pun perlahan mulai dibuka, meski belum semuanya. Seperti di Denpasar, Satgas Gotong Royong COVID-19 Desa Adat Sanur belum berencana membuka akses Pantai Matahari Terbit.

Kegiatan yang diizinkan masuk ke pantai hanya bagi masyarakat yang melaksanakan upacara dan pengiriman logistik ke Nusa Penida. Ketua Satgas Gotong Royong COVID-19 Desa Adat Sanur, I Ketut Karsa, Rabu (8/7), mengatakan, menyambut kehidupan era baru, komponen pariwisata mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Bali.

Namun, dalam penerapan era baru ini tetap melakukan pembatasan pengunjung masuk ke kawasan wisata Pantai Matahari Terbit dan sekitarnya. Hal ini mengingat Denpasar saat ini masuk zona merah penularan virus Corona, sehingga mayarakat yang ingin berwisata ke Pantai Matahari Terbit tetap dilarang. “Kami tetap membatasi kunjungan wisatawan lokal yang masuk ke Pantai Matahari Terbit 150 orang dan di Bangsal (pantai dekat Hotel Grand Inna Bali Beach) diizinkan 200 orang,” kata Karsa.

Baca juga:  Dampak Libur Akhir Tahun, Arus Lalin di Kuta Padat

Menurut Karsa, di kawasan Pantai Matahari Terbit ada dermaga penyeberangan ke Nusa Penida dan Nusa Lembongan penumpang boat biasanya 100 orang, kini dibatasi 50 orang untuk menjaga social distancing. “Wisatawan lokal yang berwisata ke Pantai Matahari Terbit dan sekitarnya juga wajib mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker, cuci tangan jaga jarak dan pakai sanitizer,” ujar Karsa.

Dia menegaskan, pihaknya tetap menutup kawasan wisata Pantai Matahari Terbit dan sekitarnya dari kunjungan wisatawan lokal meskipun sudah diberlakukan new normal. Namun ucapara seperti ngaben diberikan akses masuk ke setra, dengan jumlah peserta upacara hanya 25 orang.

Baca juga:  Perluas Jaringan, Dealer Karisma Motor Hadir di Nusa Penida

Pengiriman sembako ke Nusa Penida juga tetap diizinkan. Tapi kunjungan umum seperti sebelum ada pandemi COVID-19 belum diizinkan. “Menyambut era kehidupan baru, kami mencoba tahap demi tahap memberikan pengunjung masuk ke pantai sesuai jumlah karcis masuk 200 lembar. Kalau pengunjung lebih dari 200 orang akan ditolak guna menghindari kerumunan masyarakat di pantai,” ucapnya.

Sementara, penjaga pintu masuk Pantai Sindu, Ketut Sudarsa didampingi Nyoman Nik Wiyasa mengungkapkan, akses masuk ke pantai masih ditutup meskipun akan diberlakukan new normal karena belum ada surat edaran untuk membuka wisatawan dan masyarakat lokal berolah raga dan berekreasi ke pantai.

Baca juga:  Sampah Mendominasi Ruang Publik

“Sebelum ada surat resmi dari pemerintah membuka akses ke pantai, saya tetap tidak mengizinkan wisatawan atau masyarakat lokal ke pantai. Namun yang diizinkan masuk ke pantai, masyarakat yang menggelar upacara dan pemilik warung atau art shop,” ujar Sudarsa. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.