Ilustrasi. (BP/tomik)

NEGARA, BALIPOST.com – Satgas Gotong Royong Desa Kaliakah bersama para petugas survailence yang melakukan pengawasan karantina wilayah di Banjar Munduk, Desa Kaliakah sempat dibuat sibuk. Pasalnya, ada salah satu warga di banjar Munduk yang diketahui menghilang sejak tiga hari lalu. Akhirnya, warga yang merupakan seorang pensiunan ini diketemukan dan dijemput untuk kembali ke Banjar Munduk.

Perbekel Kaliakah, Made Bagiarta, dikonfirmasi wartawan Selasa (7/7) menyebutkan sejatinya warga tersebut memang sempat keluar rumah sejak beberapa hari lalu. Bukan kabur dari karantina wilayah. Warganya itu tidak melapor ke Satgas dan petugas di Banjar sehingga banyak yang mempertanyakan. Warga ini menurutnya juga sudah pulang Selasa siang setelah dijemput di tempat keluarganya di Ketugtug.

Baca juga:  Kemenkes Siap Hadapi Asian Games 2018

Menurut Bagiarta, alasan warganya di Banjar Munduk itu keluar rumah karena kepentingan berobat. Agar lebih dekat, tetapi tidak melapor ke petugas. Seperti diketahui sejak Jumat (3/7) lalu, Banjar Munduk di Desa Kaliakah diterapkan karantina wilayah. Sejumlah jalan keluar dari Banjar Munduk menuju daerah lain mendapat penjagaan.

Selain itu, Rapid test massal juga sudah dilaksanakan untuk ratusan warga di Banjar Munduk. Hal ini dilakukan lantaran melonjaknya kasus transmisi lokal di wilayah tersebut. Tercatat sudah lima orang yang diketahui positif Covid-19. Warga diminta untuk tidak keluar rumah dan menerima orang lain (karantina rumah) selama karantina wilayah tersebut.

Baca juga:  Dipertanyakan, Truk Lalu Lalang Angkut Tanah Melintasi Karantina Wilayah

Gugus Tugas selama pelaksanaan karantina wilayah itu juga menyalurkan bantuan logistik ke warga. Dari hasil rapid tes massal untuk warga di Banjar Munduk, diketahui ada enam yang hasilnya reaktif. Gugus Tugas telah mengambil sampel Swab. Sedangkan lima warga dari Banjar Munduk yang positif Covid-19 masih mendapatkan perawatan di RSU Negara. Mereka tercatat sebagai transmisi lokal. (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.