Petugas melakukan rapid test. (BP/eka)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Buleleng aktif melaksanakan rapid test antigen secara acak menyasar pedagang di setiap pasar tradisional di Bali Utara. Dari pelaksanaan rapid test acak, setiap pasar ada 50 orang pedagang mengikuti rapid test.

Menurut Sekretaris GTPP Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd, Senin (6/7), untuk sementara hasilnya non reaktif. Namun demikian, kalau nanti hasilnya ada yang reaktif, maka tim surveillance kembali melakukan rapid test antigen susulan dengan memperluas sempel acak pedagang yang akan di rapid test.

Baca juga:  Dua Zona Merah Ini, Tambah Kasus COVID-19 Hingga 211 Orang Juga Korban Jiwa

Rapid test acak menyasar pedagang di pasar tradisional itu menindaklanjuti instruksi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali. Ini untuk memberi jaminan dan dan meyakinkan kepada masyarakat di Bali Utara bahwa tidak ditemukan kasus penularan Virus Corona melalui klaster pasar.

Untuk itu, seluruh pasar tradisional baik yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Pasar Swatantra Buleleng dan pasar yang dikelola desa, desa adat, dan lembaga lain secara acak pedagangnya disasar rapid test antigen.

Baca juga:  Di Desa Adat Buleleng, Masih Banyak Pedagang Pasar Langgar Jam Operasional

“Diawali di Pasar di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada dan pasar lain seperti di Pasar Seririt, dan kalau tidak salah sudah ada 5 pasar yang kita sasar. Kita meyakinkan kepada semua pihak kalau tidak ada klaster penularan Virus Corona di pasar setelah pada Mei 2020 di Pasar Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula,” jelasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *