Satgas melakukan pengecekan fasilitas di asrama STAHN Mpu Kuturan. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Penambahan kasus COVID-19 di Buleleng masih terjadi. Bahkan, dua lokasi isolasi terpusat (isoter) untuk merawat pasien terpapar Virus Corona dengan kategori Orang Tanpa Gejala dan Gejala Ringan (OTG-GR) sekarang penuh.

Kondisi ini memaksa Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Buleleng harus menambah dua  lokasi isoter baru. Sejak Minggu (6/2), lokasi isoter dengan memanfaatkan gedung SMA Bali Mandara di Desa/ Kecamatan Kubutambahan mulai dioperasikan.

Hingga kini, lokasi isoter yang memanfaatkan gedung asrama mahasiswa di Kampus Desa Jineng Dalem dengan kapasitas sebanyak 86 tempat tidur telah penuh. Hal yang sama di loaksi isoter di asrama Kompi C Infanteri Raider 900/SBW di kawasan Air Sanih, Kecamatan Kubutambahan dengan 252 tempat tidur juga telah terisi penuh.

Baca juga:  Diperketat, Pintu Masuk ke Buleleng

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Putu Ariyadi mengatakan, pengoperasian isoter di SMA Bali Mandara ini setelah mendapat izin dari Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bali. Gedung SMA Bali Mandara ini memiliki kapasitas sebanyak 184 tempat tidur. “Setelah kami melakukan persiapan, isoter di SMA Bali Mandara sudah beroperasi menerima pasien terpapar COVID-19 dengan kategori OTG-GR,” katanya.

Satu lagi, Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Mpu Kuturan Singaraja akan menjadi fasilitas isoter guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. Satuan tugas (Satgas) Covid-19 Buleleng sudah melakukan peninjauan ke Asrama STAHN Mpu Kuturan Singaraja.

Baca juga:  Transmisi Lokal, PDP Asal Seririt Dikonfirmasi Positif COVID-19

Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas COVID-19 Buleleng, Ketut Suwarmawan melalui rilisnya mengatakan asrama STAHN Mpu Kuturan yang berlokasi di Kelurahan Banyuning akan dijadikan tempat isoter. Ini, mendapat dukungan penuh dari Ketua STAHN Mpu Kuturan I Gede Suwindia.

Asrama ini memiliki fasilitas 40 kamar, dengan rincian 38 kamar masing-masingnya memiliki 4 bed, sedangkan 2 kamar lainnya hanya memiliki 2 bed. Terkait persiapannya, secara teknis gedung ini sudah cukup layak dan siap untuk digunakan, hanya saja masih ada kendala pada akses jalan, khusus masuk menuju basement agar tidak mengganggu kegiatan aktivitas mahasiswa dan pengerjaan proyek di sana. Asrama ini akan dijadikan tempat isoter alternatif jika tempat isoter sebelumnya sudah penuh. (Mudiarta/balipost)

Baca juga:  Hasil Penelusuran, Puluhan Orang Kontak dengan Ibu Melahirkan Positif COVID-19
BAGIKAN